Para Lifter Diminta Beradaptasi dengan New Normal

Para Lifter Diminta Beradaptasi dengan New Normal
Rosan P Roeslani (Sumber: Investor Daily/EMRAL) (Foto: Investor Daily/EMRAL)
Hendro D Situmorang / AMA Senin, 25 Mei 2020 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Rosan P Roeslani meminta para lifter untuk beradaptasi dengan tatanan hidup baru atau new normal menghadapi pandemi Covid-19. Sehubungan dengan itu, para atlet angkat besi, pelatih, dan pengurus diharapkan bisa terus bisa menjaga pola hidup bersih dan sehat di tengah pandemi corona.

“Tetap jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik dengan kondisi air mengalir. Semoga itu dijadikan kebiasaan pada new normal nanti,” kata Rosan dalam keterangan resminya saat berkunjung dan menemui atlet pelatnas di Mess Kwini, Jakarta Pusat, pada hari pertama Idul Fitri 1441 H, Minggu (24/5/2020).

Menurutnya, tatanan hidup baru merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Ia berpesan agar 12 lifter (6 putra dan 6 putri) serta lima pelatih tetap menjaga kesehatan serta melanjutkan pelatnas dengan menerapkan standar yang telah ditentukan.

Selama Ramadhan, kata dia, para atlet angkat besi terus menjalani pelatnas di tengah pandemi Covid-19 sambil mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Pada hari raya Idul Fitri, Minggu (24/5/2020), para atlet juga melaksanakan salat Ied di pelatnas dan diimami pelatihnya, Muhammad Rusli, serta tidak melibatkan orang dari luar.

Rosan juga mengapresiasi kepatuhan para atlet dalam menjalani karantina tertutup dan tidak mengendurkan semangat latihannya.

“Selama melaksanakan pelatnas di masa pandemi ini, atlet tak diperkenankan bersinggungan dengan orang yang mengurusi makanannya, kamar dibersihkan sendiri, dan dilakukan penyemprotan disinfektan di kamar maupun ruangan latihan setiap hari,” kata Rosan.

Pada bagian lain, Rosan menilai, grafik latihan para atlet angkat besi mengalami peningkatan, meskipun banyak kejuaraan yang dibatalkan atau ditunda karena pandemi ini. “Dengan kondisi ini tentu kami optimistis atlet bisa melakukan yang terbaik seandainya kejuaraan dimulai lagi,” kata Rosan lagi.

Angkat besi memang menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) Indonesia yang ditargetkan meraih medali emas pada Olimpiade nanti, setelah hanya merebut perak pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu.



Sumber: Suara Pembaruan