Ini Usulan Desain New Normal Bidang Olahraga

Ini Usulan Desain New Normal Bidang Olahraga
Ilustrasi olahraga. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / WBP Jumat, 29 Mei 2020 | 14:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) meminta pemerintah menyusul desain tatanan normal baru (new normal) kegiatan olahraga yang menjadi acuan pembinaan atlet saat pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Apkori, Djoko Pekik Irianto mengatakan ada tiga bidang keolahragaan yang perlu diperhatikan, yakni olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi. Pada bidang olahraga pendidikan, dalam hal ini di sekolah, siswa hanya diperbolehkan melakukan aktivitas fisik di rumah. Di bidang olahraga rekreasi, masyarakat juga diharapkan berolahraga di rumah untuk kebugaran. “Termasuk untuk olahraga prestasi, atlet latihan mandiri di rumah dengan pantauan long distance (jarak jauh) oleh para pelatih,” kata pengamat olahraga tersebut kepada Beritasatu.com, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Klub Terbelah Soal Lanjutan Kompetisi Liga 1

Tahap kedua, Djoko menilai ketiga bidang olahraga itu bisa melakukan aktivitas di luar rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Khusus olahraga prestasi, atlet diperbolehkan latihan bersama di lapangan atau gymnasium dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Atlet harus tepat memilih masker yakni yang bisa bernafas dan secara berkala dibuka agar asupan oksigen tercukupi, sebab jika asupan oksigen kurang (hipoksia) saat latihan intensitas tinggi, dapat membahayakan fungsi cardio vasculair, bisa pingsan," ungkap dia.

Sementara untuk cabang olahraga beregu seperti permainan dan beladiri yang ada kontak badan harus dikontrol ketat oleh para pelatih. Pada tahap ini atlet belum boleh melakukan pertandingan baik level daerah, nasional, maupun internasional termasuk belum boleh melakukan try out maupun training camp.

Pada tahap ketiga, Djoko menjelaskan bahwa dalam olahraga pendidikan, siswa bisa beraktivitas fisik normal di kelas tanpa physical distancing, tanpa masker, tetapi tetap mencuci tangan. Di olahraga rekreasi, masyarakat dengan suhu tubuh normal boleh melakukan olahraga tanpa masker, tanpa physical distancing, tapi tetap membiasakan cuci tangan.

Di olahraga prestasi, atlet diperbolehkan latihan bersama di lapangan. Meski tidak perlu memakai masker, tetap disiplin mencuci tangan. “Pada tahap ini, atlet boleh masuk puslatda (pusat latihan daerah) atau pelatnas melakukan pertandingan baik level daerah, nasional, maupun internasional termasuk melakukan try out maupun training camp,” tutup Djoko.



Sumber: BeritaSatu.com