Cabor Diminta Kreatif Kembangkan Pembinaan Atlet

Cabor Diminta Kreatif Kembangkan Pembinaan Atlet
Menpora Zainudin Amali (kanan) dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: ANTARA)
Hendro D Situmorang / AMA Senin, 1 Juni 2020 | 16:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari mendorong pengurus induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) harus lebih terpacu mempersiapkan atlet-atletnya menghadapi kejuaraan meski pandemi Covid-19 belum mereda. Dalam kondisi seperti ini, para pengurus induk cabang olahraga (cabor) dituntut mengembangkan kreativitas pembinaan atlet agar tetap semangat meraih prestasi.

“Kita tidak boleh berhenti dalam menjalankan pembinaan atlet di tengah Covid-19. Apalagi Presiden Joko Widodo telah mempersiapkan berbagai hal menuju fase kehidupan baru. Kita selaku masyarakat olahraga sudah harus bersiap menghadapi normal baru,” kata Okto dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Wabah virus corona dinilai mengganggu seluruh program latihan dan menghentikan berbagai turnamen. Namun atlet nasional tidak boleh pasrah dan harus memanfaatkan kesempatan agar bisa meningkatkan prestasinya dalam rangka menghadapi persaingan ke depan.

“Pandemi ini jelas berdampak terhadap penurunan prestasi atlet. Bukan hanya atlet Indonesia tetapi seluruh atlet dunia. Pasalnya, mereka tidak bisa menjalankan program latihan yang telah disusun secara utuh, ditambah lagi dengan tidak adanya single event internasional yang jadi ajang mengukur perkembangan prestasi sebelum tampil di ajang multi event,” jelas pria yang akrab disapa Okto itu.

Dia meminta, pandemi ini tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan terhadap atlet Indonesia. Sebaliknya, PB/PP harus lebih terpacu mempersiapkan atlet-atletnya agar bisa bersaing untuk meraih hasil terbaik pada ajang SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

“Di sini dituntut kreativitas PB/PP dalam menjalankan program pembinaan atlet, dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Yang pasti, program latihan dijalankan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet,” jelasnya.

Sebelum atlet Indonesia menghadapi normal baru, kata Okto, baik NOC, KONI, PB/PP, maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) sudah melakukan pembahasan bersama dalam merancang program latihan.

“Kita harus punya program latihan saat masih dalam kondisi pandemi atau program latihan pascapandemi. Dengan kata lain, kita harus bergandengan tangan dalam mengatasi segala kendala yang dihadapi dalam menjalankan program pembinaan demi masa depan olahraga Indonesia ke depan,” ujar Okto.

Sebelumnya, Kempora tengah menyusun draf protokol untuk menggelar kegiatan latihan dan kompetisi atau pertandingan olahraga ditengah new normal pandemi Covid-19. Ddraf tersebut, kata Menpora Zainudin Amali, merupakan masukan dari cabor, atlet, pelatih, dan organisasi induk, yang akan menyeseuaikan dengan tahapan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.



Sumber: Suara Pembaruan