Atlet Siap Kembali ke Pelatnas pada New Normal

Atlet Siap Kembali ke Pelatnas pada New Normal
Marciano Norman. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / AMA Rabu, 3 Juni 2020 | 16:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat, Marciano Norman mengatakan, para atlet akan kembali ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) begitu memasuki situasi new normal. Mereka disiapkan untuk kejuaraan tunggal maupun multicabang internasional.

“Untuk itu, KONI pusat dan KONI daerah bakal berkoordinasi dengan pimpinan cabang olahraga (cabor) membahas persiapan menggelar Pelatnas. Apabila SIKM (surat izin keluar masuk) itu masih diperlukan, akan dikeluarkan oleh KONI pusat atau KONI provinsi. Prinsipnya program latihan atlet pada masa normal baru tidak boleh terganggu karena mereka punya target prestasi,” katanya saat dialog virtual, Rabu (3/6/2020).

KONI, kata dia, akan membantu proses pengembalian atlet yang saat ini sedang berada di daerahnya masing-masing ke pelatnas di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah provinsi.

Menurut Marciano, kegiatan latihan di pelatnas harus segera dimulai mengingat padatnya ajang olahraga sepanjang 2021, baik cabang tunggal mapun ajang multicabang. Meskipun, sejumlah cabor, seperti bulutangkis, angkat besi, dan menembak selama ini tetap menjalani kegiatan pelatnas di tengah pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Sementara sebagian lagi tidak mau mengambil risiko. Mereka memilih berlatih secara virtual dengan tetap dipantau oleh pelatih.
Sejauh ini, KONI terus menjalin komunikasi dan meminta masukan dari cabor untuk menyusun protokol kesehatan, sehingga kegiatan olahraga nasional di masa kenormalan baru segera bergulir kembali. Protokol itu juga akan menjadi acuan untuk memulai kembali kompetisi yang sempat terhenti.

Namun sebelum itu, semua atlet harus menjalani tes Covid-19 yang biayanya ditanggung oleh pemerintah. “Pimpinan cabor memanfaatkan anggaran yang ada, sedangkan yang ada di daerah, mereka dapat anggaran dari KONI provinsi. KONI dapat dari pemerintah daerah. Yang pasti saya ingin berusaha dan mengawal untuk komunikasi dengan semua pihak bahwa biaya rangkaian tes itu tidak dibebankan kepada atlet,” ujarnya lagi. 



Sumber: Suara Pembaruan