PB ISSI Cari Sosok Ketum Baru

PB ISSI Cari Sosok Ketum Baru
Raja Sapta Oktohari. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / CAH Jumat, 19 Juni 2020 | 16:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) saat ini tengah mencari sosok ketua umum (ketum) yang baru. Hal ini dikarenakan aturan yang tidak mengizinkan menduduki dua kepengurusan sebagai ketua. Raja Sapta Oktohari (RSO) yang memperluas kekuasaannya dari PB ISSI dan juga menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau National Olympic Committee (NOC) Indonesia.

Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) NOC Indonesia 2020 yang digelar awal Juni lalu kembali mengingatkan Oktohari tentang rangkap jabatan itu. Pria yang akrab disapa Okto itu pun siap untuk meninggalkan kursi kepemimpinannya di balap sepeda.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi PB ISSI, Budi Saputra menyatakan pihaknya tetap menghormati keputusan RALB NOC Indonesia. Namun masalahnya tidak mudah bagi PB ISSI dengan waktu yang singkat untuk mencari pengganti RSO. Sang penerus harus lebih baik dari Oktohari yang mampu menorehkan catatan apik dalam prestasi, organisasi dan eksistensi olahraga sepeda Indonesia di tingkat internasional.

"Jadi kalau saya sebagai Kabid Binpres, saya berharap siapapun yang akan menggantikan RSO maka harus lebih baik dalam meningkatkan prestasi balap sepeda Indonesia,” kata Budi kepada awak media dalam keterangannya Jumat (19/6).

Dia mengungkapkan, balap sepeda ini butuh “energi” yang besar karena saat ini ilmu kepelatihan modern dan perlengkapan balap sepeda sudah menggunakan teknologi tinggi. Dengan keterbatasan support pemerintah, PB ISSI bisa terus meningkatkan semua unsur teknis karena support yang luar biasa dari RSO. “Dan yang terpenting sosok Raja Sapta Oktohari itu telah membuka pintu internasional dalam sejarah balap sepeda Indonesia," ucap Budi.

Disebutkan, hal paling mendasar yang harus diutamakan, organisasi yang berorientasi kepada peningkatan prestasi. Di bawah kepemimpinan RSO, berbagai prestasi ditorehkan seperti Juara Asia BMX, Juara Asia MTB, 2 medali emas Asian Games, 2 medali emas Asian Track Championship, 3 emas SEA Games, peringkat 4 Women Keirin di World Cup Track Selandia Baru 2019. “Ini harus semakin ditingkatkan di level Asia dan Dunia,” ujar Budi.

Kemudian peningkatan mutu wasit, dengan adanya 2 International Commissaire, 11 Elite Nasional Commissaire dan 90 National Commissaire, akan membuat PB ISSI lebih mandiri dan berkualitas dalam melaksanakan kejuaraan nasional maupun International di Tanah Air.

PB ISSI menurut Budi telah mencatatkan diri menjadi organisasi olahraga pertama di dunia yang menyelenggarakan kejurnas BMX Freestyle di bawah nasional federasi, sekaligus juga menjadi negara pertama di dunia yang menyelenggarakan Asian Urban Championship seri 1, serta dipercaya menggelar Kejuaraan Asia Track Championship dan direncanakan Kejuaraan Asia BMX. PB ISSI juga berhasil menyelenggarakan Tour d'Indonesia dengan level 2.1 setelah berhenti penyelenggaraan selama 7 tahun. Selain itu berhasil melaksanakan Kejuaraan BMX dengan level Hors Class, dan masih banyak lagi kejuaraan dengan level UCI (Federasi Balap Sepeda Dunia) yang telah dilaksanakan di masa kepemimpinan RSO.

"Jangan lupa, RSO dipercaya menjadi Wakil Presiden Asian Cycling Confederaton, serta member pengurus UCI (Union Cycling Internasional) , yang belum pernah terjadi dalam sejarah PB. ISSI," tutur Budi seraya mengingatkan sosok RSO yang sudah memiliki nama di UCI (Organisasi Balap Sepeda tertinggi di dunia)

Pengalaman dan prestasi RSO memang diakui tidak hanya di kalangan pengurus, melainkan para atlet yang telah berlatih dan berjuang di lapangan.

"Pak RSO sangat baik bagi para atlet, kepemimpinannya sangat banyak membuat perubahan dibandingkan kepemimpinan era sebelumnya. Saya merasakan semakin banyak lomba lomba dan tour de Indonesia aktif kembali, sport science dikembangkan kepada pelatih & atlit serta pelatih pelatih dan atlit muda banyak dikirim ke World Cycling Center guna meningkatkan kemampuan ilmu kepelatihan modern. Saya merasakan banyak sekali perubahan positif di bawah kepemimpinannya," kata atlet balap sepeda, Aiman Cahyadi.

"Saya rasa yang harus menggantikan pak RSO adalah yang paham dengan balap sepeda. Saya pun tidak berhak menyebutkan nama dan bukan kapasitas saya menjawab siapa sosok pengganti yang tepat menggantikan pak RSO. Biarkan saja para elit di atas sana, karena tugas saya berlatih memberikan yang terbaik bagi Indonesia diajang internasional," tutur Aiman, pemilik emas nomor individual time trial saat SEA Games 2019 di Filipina



Sumber: BeritaSatu.com