DPR: Prestasi Olahraga Belum Merata di Semua Cabor

DPR: Prestasi Olahraga Belum Merata di Semua Cabor
Ilustrasi. (Foto: AFP)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 13 Juli 2020 | 13:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi X DPR RI menyatakan rencana revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional ditujukan untuk meningkatkan prestasi olahraga Tanah Air yang disebut belum merata di seluruh cabang olahraga (cabor).

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf saat memimpin rapat dengar pendapat umum (RDPU) secara virtual dengan pakar olahraga dan atlet, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, hanya terdapat beberapa cabor yang sudah berprestasi di tingkat internasional. Di antaranya adalah bulu tangkis dan angkat besi.

“UU SKN dibuat tahun 2005 di Komisi X. Saat itu, kita belum menduga ada perkembangan dunia olahraga. Tujuan utama UU ini untuk memperbaiki sistem keolahragaan kita. Namun, kenyataannya, sejak 2005 sampai saat ini sudah berjalan 15 tahun, justru olahraga kita tidak berkembang pesat. Hanya satu, dua cabor yang tembus pada pasaran dunia," ungkap Dede.

Politisi Partai Demokrat tersebut menyatakan, kapasitas RUU SKN juga ingin menjangkau masyarakat luas dengan tradisi hidup sehat. Selama ini, Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang masyarakatnya kurang fit dan sehat.

"Itu kenapa angka peserta dan pasien BPJS makin lama makin meningkat, karena kurangnya olahraga di masyarakat atau kurang peran mengolahragakan masyarakat itu sendiri," papar Dede.

Dijelaskan oleh legislator dapil Jawa Barat II tersebut, dunia olahraga saat ini terbagi dalam tiga kategori yakni olahraga prestasi, olahraga pendidikan, dan olahraga rekreasi. Namun, Panja RUU SKN tengah berupaya untuk menjangkau olahraga digital yang disebut sebagai perkembangan terbaru di dunia olahraga.

Turut hadir dalam rapat tersebut adalah tokoh olahraga Joko Pekik. Joko merupakan dosen Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Yogyakarta.

Hadir pula legenda bulu tangkis nasional Susi Susanti, serta mantan pesepak bola Bambang Pamungkas. Masih ditemukannya keluhan para atlet dan mantan atlet juga menjadi agenda pembahasan RUU SKN ini.



Sumber: BeritaSatu.com