Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Sandiaga Uno Minta Polemik Kebaya Tak Perlu Diperdebatkan

Senin, 28 November 2022 | 04:35 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / FFS
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, Senin, 28 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno buka suara terkait rencana Singapura mendaftarkan kebaya sebagai salah satu daftar warisan budaya tak benda UNESCO dalam upaya multinasional dengan Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Menurut Sandiaga, hal tersebut tak perlu diperdebatkan oleh masyarakat Indonesia. Ia bahkan menginginkan Indonesia turut serta dalam upaya multinasional bersama keempat negara tetangga tersebut.

Padahal, rapat Kemendikbudristek dan DPR pada 16 November 2022 telah resmi memutuskan untuk mendaftarkan kebaya melalui jalur single nomination.

Menurut Sandiaga join nomination merupakan upaya mempercepat proses agar kebaya bisa diakui UNESCO. Mengingat, Indonesia sendiri memiliki tiga dari ribuan warisan budaya tak benda yang tengah antre untuk didaftarkan ke UNESCO, yakni reog, tenun dan tempe.

“Jadi, kebaya tidak lagi perlu kita perdebatkan, ini tentunya budaya luhur milik anak bangsa, yang telah diputuskan menjadi single nomination. Kita akan mendorong dan menguatkan kebaya diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia,” ujar Sandiaga dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, Senin, (28/11/2022).

“Indonesia ini kaya raya. Memiliki 1.528 warisan budaya tak benda yang bisa diajukan ke UNESCO. Dan jika itu dilakukan, perlu 3.000 tahun. Karena, hanya bisa diakomodasi tiap 2 tahun. Oleh karena itu, join nomination adalah salah satu cara yang saat ini mempercepat proses enkripsi warisan budaya tak benda ke UNESCO,” tambah Sandiaga.

Diungkapkan, salah satu berkas aktif warisan budaya tak benda Indonesia yang saat ini tengah dalam proses pendaftaran yakni jamu. Sementara, tiga berkas warisan budaya tak benda lainnya yang akan didaftarkan yakni reog, tenun dan tempe.

Hal inilah yang menurutnya harus menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Perlu dipertimbangkan warisan budaya tak benda yang harus didahulukan untuk didaftarkan ke UNESCO. Mengingat, proses tersebut memakan waktu yang lama.

“Sementara, dari tiga berkas nonaktif yang sudah digodok yaitu reog ponorogo, tenun dan tempe, dan ini membutuhkan dua tahun sebelum diakui oleh UNESCO. Jika kebaya diusulkan sebagai single nomination, kebaya bisa diajukan di cycle 2024, namun tentunya kita harus memikirkan apakah kita akan mendahulukan kebaya, sebelum reog ponorogo, tenun dan tempe,” paparnya.

Sandi juga menambahkan, jika Indonesia tetap berupaya mendaftarkan kebaya melalui jalur single nomination, Indonesia hanya memiliki kuota satu budaya dalam jangka waktu dua tahun sekali. Sementara, join nomination dapat diajukan oleh dua negara atau lebih secara bersama-sama setiap setahun sekali.

“Namun karena telah diputuskan, oleh karena itu Kemenko PMK, dan juga Komisi X, maka kita akan mendorong dan menguatkan keputusan single nomination,” kata Sandiaga.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI