Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Busana Sporty Jadi Tren Fashion Indonesia Pascapandemi

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:44 WIB
Oleh : Vinnilya Huanggrio / FER
PT Matahari Department Store, Tbk menampilkan Fashion Show Deni(M)otion dengan 24 outlook denim yang casual di Jakarta Fashion Week (JFW) 2018, Minggu (22/10).

Jakarta, Beritasatu.com - National Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma membeberkan fenomena perubahan gaya hidup pascapandemi yang berpengaruh terhadap selera pakaian masyarakat Indonesia.

"Kalau saya lihat secara umum itu tren fashion sekarang lebih ke arah busana sporty. Tentunya, baju ready to wear karena kebawa dari masa pandemi. Kesehatan itu nomor satu jadi orang tuh terbiasa dengan olahraga," kata Ali Charisma kepada BTV, dalam perhelatan Spotlight Indonesia 2022 di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022).

Ali mengungkapkan, baju-baju seperti croptop yang sejak beberapa waktu lalu menjadi hits tetap jadi tren fashion favorit sampai tahun depan. Kemudian, hipster style yang bercirikan celana dikenakan agak menurun bisa jadi akan kembali digunakan.

"Tren fashion ini merupakan dampak dari gaya hidup manusia yang dinamis, seiring dengan meredanya pandemi Covid-19," tandasnya.

Ali Charisma menilai, dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, industri fashion dan rancang busana di tanah air ikut terkena dampaknya. IFC sendiri merasa perhelatan Spotlight Indonesia 2022 sangat penting, agar seluruh pelaku ekonomi kreatif khususnya bidang mode tidak gentar dan terus berkarya.

"Sangat berpengaruh, karena ini termasuk bertubi-tubi. Pandemi belum seratus persen kelar, ada Ukraina dan Rusia yang memang mengkhawatirkan. Sebagai asosiasi perancang busana, IFC merasa event ini sangat penting untuk memberi wadah, sekaligus memacu semangat dan kreativitas desainer," kata Ali Charisma.

Ali menambahkan, pola pikir konsumen terhadap item dan tren fashion tidak sama seperti dahulu sebelum pandemi Covid-19 merebak. Maka dari itu, pelaku usaha pada bidang tersebut hendaknya lebih cerdik untuk menjaring konsumen baru dengan memanfaatkan platform digital.

"Sebelum pandemi dan setelah pandemi tren fashion itu benar-benar tidak sama. Kita pun menghadapi konsumen yang behaviour-nya, pola pikirnya sudah sangat berbeda. Nah, desainer dan pelaku usaha kreatif harus benar-benar pintar untuk meraih minat pasar yang semakin menantang," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI