Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pemeriksaan Genomik Tumor Tentukan Terapi Kanker yang Optimal

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:40 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Pemeriksaan DNA tumor bisa membantu menentukan opsi terapi pengobatan kanker bagi para pasien

Jakarta, Beritasatu.com- Pemeriksaan DNA tumor bisa membantu menentukan opsi terapi pengobatan kanker bagi para pasien. Pemeriksaan Comprehensive Genomic Profiling (CGP) berbasis Next Generation Sequencing (NGS) ini mampu mendeteksi mutasi pada lebih dari 300 gen yang terasosiasi dengan kanker.

Roche dan anak perusahaannya, Foundation Medicine Inc. (FMI) bekerja sama dengan PT Kalbe Farma Tbk melalui KALGen Innolab (Laboratorium Klinik Kalbe) meluncurkan layanan pemeriksaan CGP dengan teknologi NGS. Layanan pemeriksaan ini dapat membantu menentukan terapi terbaik bagi pasien kanker, sesuai dengan pemetaan genomik tumor pada masing-masing pasien.

“Perkembangan personalized dan precision medicine saat ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan terapi terbaik. Sebagai pelopor pemeriksaan biomolekular kanker di Indonesia, KalGen Innolab terus berusaha berinovasi dan melengkapi rangkaian layanan pemeriksaan yang berperan dalam manajemen terapi pasien,” tutur Yuniar Linda, Presiden Direktur PT Innolab Sains Internasional (KALGen Innolab), pada Kamis (8/12/2022).

Dua tipe pemeriksaan yang bernama FoundationOneCDx dan FoundationOneHeme akan tersedia bagi dokter untuk digunakan kepada pasien mereka. Pemeriksaan FoundationOneCDx diindikasikan untuk semua jenis kanker tumor padat dengan menganalisis sampel DNA, sedangkan FoundationOneHeme diindikasikan untuk pasien dengan kelainan hematologi dan sarkoma di semua stadium dengan menganalisis DNA dan RNA pasien.

Kedua pemeriksaan ini mampu mendeteksi secara komprehensif mutasi pada lebih dari 300 gen yang berhubungan dengan pertumbuhan kanker. Mutasi tersebut kemudian menjadi indikasi kecocokan pasien dengan pilihan terapi kanker tertentu, yang dapat membantu para klinisi dan pasien.

“Upaya Roche dan FMI yang hadir di Indonesia ini merupakan kemajuan yang penting pada visi kami, yakni memungkinkan lebih banyak pasien kanker mendapatkan pelayanan kesehatan yang terpersonalisasi,” ujar Ait-Allah Mejri, Presiden Direktur Roche Indonesia.

Kanker di Indonesia menjadi masalah ekonomi kesehatan masyarakat yang utama dan bebannya semakin meningkat. Dengan hampir 400.000 kasus baru pada tahun 2020, kita dapat memperkirakan (dalam angka) kenaikan jumlah kasus pada tahun 2040 dikarenakan penuaan dan pertumbuhan populasi.

Pengendalian kanker yang lebih baik dan perubahan paradigma dalam penanganan kanker menjadi lebih penting untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia.

Arif R Hanafi, Pulmonologist Oncologist di RS Kanker Dharmais PKN (Pusat Kanker Nasional mengatakan pendekatan tatalaksana kanker yang diterapkan saat ini adalah precision medicine, yakni pengobatan yang berdasarkan pola genomik yang ada pada sel kanker.

“Dalam sel kanker paru misalnya, terdapat berbagai macam oncogenic driver mutation, yang saat ini berpotensi untuk diberikan terapi target. Oleh karena itu, pemeriksaan CGP (Comprehensive Genomic Profiling) ini penting untuk menentukan terapi target yang paling tepat untuk pasien,” ungkap Arif.

Sejauh ini, pemeriksaan untuk diagnosis terkait penanganan kanker di Indonesia masih dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan pasien kanker untuk tahap berikutnya baru akan dilakukan apabila hasil tes pertama dilaporkan negatif. Butuh waktu yang panjang sampai dokter dapat mengetahui profil genomik tumor dari beberapa mutasi gen pasien untuk menentukan pilihan terapi yang paling tepat.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI