Sinergi TNI-Polri, Panglima TNI dan Kapolri Pentaskan Lakon Wayang Orang

Senin, 16 Januari 2023 | 09:18 WIB
Pudja Lestari / WIR
Penganugerahan rekor MURI pada pergelaran wayang orang bertema Pandowo Boyong di Jakarta, Minggu. (15/1/2023) malam. 

Jakarta, Beritasatu.com - Berkolaborasi di panggung wayang orang, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tampail dalam lapon Pandowo Boyong. Dalam pergelaran ini, Yudo Margono yang berperan sebagai tokoh Bima Sena dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang memerankan tokoh Prabu Puntadewa.

Yudo mengungkapkan dengan kehadiran Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, pergelaran wayang orang ini menjadi salah satu bentuk sinergi TNI-Polri. Yudo menyebut sinergitas TNI-Polri tidak harus selalu dalam sektor keamanan, namun juga dalam sektor kebudayaan.

"Ini sinergitas TNI Polri, selain menjaga kedaulatan keamanan dan melindungi tumpah darah Indonesia, ini juga sinergitas TNI Polri untuk melestarikan budaya asli Indonesia dengan pergelaran wayang orang," ungkap Yudo pada Minggu (15/1/2023), sesaat sebelum pergelaran dimulai di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Memerankan tokoh Prabu Puntadewa, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi undangan yang diberikan oleh Yudo kepada dirinya. Listyo mengaku pergelaran Pandowo Boyong ini merupakan kali pertama ia memerankan wayang orang.

"Kami sangat mengapresiasi undangan dari Pak panglima makanya kami juga mengajak beberapa personel untuk ikut bergabung," ujar Listyo.

Yudo mengungkapkan seluruh pemeran wayang orang sudah melaksanakan latihan dari jauh-jauh hari. Membagikan suka duka berlatih sebagai pemain wayang, Yudo menyebut beberapa pemeran yang tidak familiar dengan budaya jawa, harus mempelajari bahasa jawa terlebih dahulu. Meskipun demikian, Yudo menegaskan pergelaran lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia, agar seluruh audiens dapat memahami jalan cerita.

"Latihannya tentunya ada suka dukanya karena memang tidak semua orang Jawa sehingga harus belajar betul. Karena ini, kalau wayang ini kan wayang Jawa," jelas Yudo.

Tidak hanya itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melakoni tokoh Batara Baruna, ditemani oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang berperan sebagai Batara Brama dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo berperan sebagai Eyang Abiyasa.

Pertunjukan wayang orang Pandowo Boyong digelar untuk memperingati Hari Dharma Samudera TNI AL yang jatuh pada 15 Januari. KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan cerita Pandowo Boyong penuh dengan nilai-nilai perjuangan yang dapat diamalkan oleh para prajurit TNI AL.

"Selain dalam rangka memperingati hari Dharma Samudra, kita juga perlu ingat bahwa perjuangan itu harus diteruskan. Bentuknya seperti apa? salah satunya bisa dengan melestarikan budaya dan mempelajari kepemimpinan dari para pewayangan," ujar Ali.

Lakon Pandowo Boyong dipilih karena mengandung pesan moral yang mengamalkan nilai-nilai pancasila. Pandowo Boyong menceritakan kisah lima orang ksatria bersaudara yang pindah dari Alengka ke Astinapura setelah Alengka dikuasai Kurawa. Proses kepindahan tersebut membuat lima orang ksatria harus berperang melawan pasukan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dan mempunyai persenjataan lengkap. Namun, berkat kegigihan yang didasari niat baik, Pandawa dapat memenangkan perang.

Cerita perpindahan Pandawa ke Astina merefleksikan kelima nilai pancasila. Tokoh Bimasena yang adil dan penuh kemanusiaan mengamalkan sila kedua pancasila. Tokoh Arjuna mencerminkan semangat persatuan dalam sila ketiga. Sementara Nakula menyimbolkan sila keempat, yaitu permusyawaratan keadilan, sedangkan kembarannya Sadewa menggambarkan sila kelima, keadilan sosial.



Sumber: BeritaSatu.com

# Panglima TNI# Kapolri# Wayang Orang# TNI-Polri
Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI