Logo BeritaSatu

Mengenal Pesulap Merah, YouTuber yang Bongkar Praktik Dukun

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:48 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CLA

Jakarta, Beritasatu.com - Nama Marcel Radhival atau yang dikenal publik dengan nama Pesulap Merah belakangan cukup menyita perhatian publik. Ini karena ia tak hanya berani membongkar praktik perdukunan yang masih marak di Indonesia, namun pria yang kerap tampil dengan busana berwarna merah lengkap dengan rambut merahnya itu juga kerap membongkar trik-trik sulap yang digunakan sejumlah orang untuk melakukan pengobatan alternatif.

Bahkan yang terbaru, Pesulap Merah membongkar praktik perdukunan berkedok agama yang dijalankan oleh seorang guru spiritual bernama Gus Samsudin. Diketahui, Gus Samsudin membuka praktiknya di Padepokan Nur Dzat Sejati, yang berada di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Pesulap Merah membongkar praktik yang dilakukan oleh Gus Samsudin melalui sebuah video yang tayang di akun YouTube miliknya dan kemudian viral di masyarakat. Kasus ini bahkan membuatnya berurusan dengan hukum, karena Gus Samsudin tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Pesulap Merah.

Lalu, siapa itu Pesulap Merah? Marcel Radhival adalah seorang pria kelahiran Tangerang, 26 Agustus 1995. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan seorang pensiunan polisi yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah, sementara ibunya berasal dari suku Sunda dan Betawi.

Diperoleh dari berbagai sumber, sebelum akhirnya terkenal dengan julukan Pesulap Merah, Marcel Radhival hanyalah seorang pekerja di sebuah perusahaan di kawasan Blok M, Jakarta, yang kerap melakukan pertunjukan teater bersama rekan-rekannya. Biasanya, sebelum tampil, Marcel Radhival kerap mempertunjukan trik sulap yang telah dipelajarinya, kepada rekan-rekannya.

Kebiasaan menggunakan pakaian dan dandanan yang nyentrik membuat Marcel kemudian berkenalan dengan ketua komunitas cosplay. Keduanya memutuskan untuk membuat manajemen bersama mulai dari urusan makeup, kostum, hingga konten video. Berangkat dari hal ini, Marcel Radhival menemukan ide untuk menggunakan baju berwarna merah dan rambut merah untuk pertunjukannya, sehingga dirinya dikenal sebagai Pesulap Merah.

Saat masih duduk di bangku SMK, Marcel diketahui kerap membantu orang tuanya berjualan jajanan ringan, seperti sosis goreng dan nugget, di warung sembako yang milik ibunya. Dari hasil penjualan jajanan ringan itu, Marcel mendapatkan keuntungan Rp 500 ribu per bulan, yang kemudian digunakan Marcel untuk membeli berbagai alat sulap tanpa sepengetahuan keluarganya. Marcel mengaku dirinya sudah tertarik dengan dunia sulap sejak kecil.

Di tengah sepinya job sebagai pedagang makanan, Marcel akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia sulap setelah sebelumnya sempat berjuang di beberapa perusahaan seperti tour and travel, asuransi, bahkan tempat penitipan anak.

Marcel mengutarakan tujuan dirinya terjun ke dunia sulap diperkuat dengan keinginannya untuk menggunakan ilmu sulap dalam membantu banyak orang agar tak terjerembap dari dosa dan kemusyrikan. Selain itu, dirinya juga punya keinginan untuk menyelamatkan orang-orang yang tengah tertimpa musibah, agar tak dimanfaatkan orang-orang jahat yang membuka praktik perdukunan.

"Saya melakukan ini karena merasa dititipkan pengetahuan oleh Allah Azza Wa Jalla, kalau saya nggak menyampaikan ini, nanti di kehidupan berikutnya saya khawatir Allah tanya ke saya. Selain itu saya juga punya keinginan menyelamatkan orang-orang yang tengah tertimpa musibah, agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang membuka praktik perdukunan," ungkap Marcel dalam sejumlah wawancara melalui podcast.

Diterangkannya, keinginan membongkar praktik perdukunan, terutama yang berkedok agama itu, memang sudah sejak lama ingin dilakukannya. Terlebih Sang Pesulap Merah ini menganggap bahwa ilmu yang dipraktikan dukun hanya bohong belaka.

"Kalau kita ngaku ini sulap, sering dianggap bohong, sulap itu mainan anak-anak. Padahal kalau kita lihat dukun-dukun jual jimat, itukan juga seperti mainan anak-anak, bohongan. Seiring perjalanan saya dalam membongkar praktik perdukunan ini, saya memang kerap mendapatkan ancaman, kayak misal diancam perutnya isinya paku semua kalau masih berani membuka kebohongan mereka," lanjutnya.

"Di saat itu, saya hanya bisa bilang, ditunggu kalau memang mau begitu (membuat perutnya berisi paku). Bahkan saya bilang pakunya kalau bisa sekilo, yah, biar bisa dijual," tambah si Pesulap Merah.

Awal mulai Marcel Radhival tertarik untuk terjun membongkar praktik perdukunan adalah ketika di tahun 2009, Marcel sempat booming karena mengikuti sebuah ajang pencarian bakat. Ia melihat banyak temannya yang berprofesi sebagai pesulap, kemudian beralih membuka praktik perdukunan.

"Itu banyak teman-teman pesulap saya pindah ke perdukunan. Akhirnya saya cari tahu, dunia perdukunan beneran pakai jin, enggak, sih? Sejauh yang saya pelajari semua tentang perdukunan, dari mulai santet, pelet, sampai saat ini, pembuktiannya nggak ada. Itu yang membuat saya tertarik membongkar perdukunan, yang mereka biasa lakukan untuk mendapatkan korban," tegasnya.

Pertemuan dengan sejumlah YouTuber terkenal membuat Marcel Radhival alias Pesulap Merah memutuskan keinginannya berkarya melalui media sosial YouTube, dengan menggunakan keahlian sulap yang dimilikinya. Tak disangka, konten membongkar praktik perdukunan ini membuat namanya tenar dengan penghasilan pertamanya dari YouTube sebesar Rp 1,3 juta.

Setelah tiga tahun berkarya di YouTube melalui channel "Marcel Radhival", kini Pesulap Merah telah mengunggah 308 video dan mempunyai 1,88 juta subscriber. Sebagian besar kontennya berisi usaha membongkar praktik ilmu sulap yang digunakan oleh para dukun, terutama yang berkedok agama, agar orang lain bisa selamat dari kejahatan yang mereka lakukan.

Nama Marcel Radhival alias Pesulap Merah semakin viral setelah perseteruannya dengan Gus Samsudin yang dikenal sebagai guru spiritual dan telah membuka praktik di Padepokan Nur Dzat Sejati yang berada di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Praktik perdukunan yang dibongkar Pesulap Merah menjadi lebih viral, usai dirinya diundang ke podcast Deddy Corbuzier yang kemudian membuat Gus Samsudin geram, dan melaporkan Marcel Radhival ke SPKT Polda Jawa Timur pada, Rabu, (3/8/2022), terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian yang dilakukan Pesulap Merah.

Kuasa hukum Gus Samsudin, Teguh Puji Wahono, saat menyampaikan pengaduan ke SPKT Polda Jatim mengatakan, telah menyampaikan laporan terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang dilakukan Pesulap Merah.

Dalam sebuah unggahan di YouTube, Pesulap Merah menyebutkan pengobatan yang dilakukan oleh Gus Samsudin Jadab hanya trik dan penipuan. Hal ini dinilai menggiring opini masyarakat, dan merupakan bentuk ujaran kebencian. Mediasi oleh pihak Gus Samsudin sudah coba dilakukan, namun karena tidak mendapat tanggapan dari Pesulap Merah, Gus Samsudin akhirnya tetap melaporkan Pesulap Merah ke polisi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Reynanta, Dokter yang Lebih Terkenal di Dunia Tarik Suara

Dokter Reynanta, pria kelahiran Medan, Sumut, berprofesi sebagai dokter spesialis  tetapi lebih terkenal di dunia tarik suara.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Paula Verhoeven Sempat Ingatkan Baim Wong soal Konten Prank KDRT

Paula Verhoeven mengaku sempat mengingatkan suaminya, Baim Wong sebelum keduanya membuat konten prank KDRT di Polsek Kebayoran Lama.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

PINTU Incubator Memasuki Tahapan Kerja Sama Internasional

Pintu incubator diharapkan menjadi sarana menyatukan anak muda Indonesia-Prancis berbagi pengetahuan khususnya dalam industri mode.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Tanamkan Cinta Budaya Bangsa, Ini Cara MIN 1 Kota Malang

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang memiliki cara tersendiri guna menanamkan cinta budaya bangsa,

LIFESTYLE | 4 Oktober 2022

Ini Strategi MAN 2 Kota Malang Ukir Berbagai Prestasi

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang melalukan berbagai upaya guna mencetak prestasi di dalam maupun luar negeri.

LIFESTYLE | 4 Oktober 2022

Ini Upaya Nippon Paint Dukung Literasi Seni Indonesia

Nippon Paint memberikan dukungan terhadap literasi seni di Indonesia melalui cat semprot legendaris Pylox pada gelaran Comic Con di Jakarta.

LIFESTYLE | 4 Oktober 2022

Guru Agama Islam Diminta Tingkatkan Moderasi Beragama

Guru Pendidikan Agama Islam diingatkan mengenai pentingnya peningkatan kapasitas moderasi beragama.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

3 Tahun Vakum, Aliando Syarief Comeback lewat Film Argantara

Film Argantara menjadi proyek comeback Aliando Syarief, setelah tiga tahun lamanya vakum dari dunia seni peran.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Rendahnya Literasi Digital Dorong Terjadinya Ujaran Kebencian di Media Digital

Tingkat literasi digital yang masih rendah menjadi pendorong terjadinya ujaran kebencian di media digital.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Petualangan yang Baru dan Seru dalam 360 Hong Kong Moments

Hong Kong Tourism Board tawarkan "360 Hong Kong Moments", pariwisata dengan pengalaman baru dan lengkap.

LIFESTYLE | 23 September 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OPEC Kurangi Produksi Terbesar Sejak 2020, Harga Minyak Naik

OPEC Kurangi Produksi Terbesar Sejak 2020, Harga Minyak Naik

EKONOMI | 15 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings