Logo BeritaSatu

Tak Terima Disebut Penipu, Gus Samsudin Laporkan Pesulap Merah

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:24 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CLA

Jakarta, Beritasatu.com - Nama Pesulap Merah belakangan tengah viral di media sosial, lantaran membongkar trik perdukunan yang dilakukan Gus Samsudin Jaddab, pemimpin Padepokan Nur Dzat Sejati, yang berada di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bahkan pemilik nama lengkap Marcel Radhival itu berani datang ke Padepokan Nur Dzat Sejati, untuk pembuktian bahwa trik yang dilakukan Gus Samsudin hanya trik sulap. Akibatnya, Pesulap Merah kini dilaporkan ke pihak kepolisian Polda Jawa Timur atas tuduhan penyebaran fitnah.

Kasus perseteruan keduanya sendiri bermula saat Pesulap Merah dan Gus Samsudin saling sindir melalui media sosial, lantaran sejumlah orang menyebut pengobatan alternatif yang dipraktikkan Gus Samsudin sebagai pengobatan palsu. Dengan lantang, Marcel Radhival alias Pesulap Merah menyebut apa yang dilakukan Gus Samsudin adalah tipuan dan sebuah pembodohan dengan menggunakan trik sulap.

Marcel pun membuat konten tentang apa yang dilakukan Gus Samsudin, dan membongkar trik yang dilakukan Gus Samsudin hanyalah sebuah trik perdukunan berkedok agama. Tak hanya itu, sang Pesulap Merah tersebut juga berani menantang Gus Samsudin membuktikan ilmu supranaturalnya.

Tak terima dengan hal tersebut, Gus Samsudin mengundang Pesulap Merah untuk datang ke Padepokannya. Pesulap Merah dengan berani menyambangi padepokan milik Gus Samsudin di Blitar, ditemani dengan beberapa orang dari timnya. Sebelumnya, Gus Samsudin telah berjanji tidak akan menghadang atau mengusir Pesulap Merah jika ia betul-betul datang ke padepokannya, namun, janji tinggallah janji, kedatangan Pesulap Merah dan rombongan ternyata dihadang oleh petugas keamanan Padepokan Nur Dzat Sejati.

Belum bertemu dengan Gus Samsudin, tiba-tiba Pesulap Merah dan timnya malah didatangi seorang pria yang mengaku sebagai pengacara Gus Samsudin yang bernama Supriarno.

Pertemuan tersebut menyebabkan kedua belah pihak terlibat adu mulut, yang kemudian membuat warga sekitar datang dan berkerumun di sekitar padepokan milik Gus Samsudin itu. Pihak Gus Samsudin yang diwakili pengacaranya melarang Pesulap Merah untuk masuk dalam padepokan, karena dianggap memiliki niat buruk.

Dari video yang beredar, aksi kedatangan Marcel Radhival dan tim ke Padepokan Nur Dzat Sejati sepertinya tak menemui jalan keluar, di mana akhirnya Pesulap Merah pun memilih ingin kembali ke Jakarta. Sayangnya, niat Pesulap Merah untuk pulang ini malah dipersulit oleh Kepala Desa Rejowinangun, ia meminta Marcel menunjukkan KTP-nya. Sejumlah orang yang sudah berkerumun pun berupaya untuk melakukan intimidasi kepada Pesulap Merah dan rombongan, sehingga membuat polisi dan aparat desa akhirnya bertindak mengamankan Pesulap Merah beserta rombongan ke tempat sepi.

"Gue bukan siapa-siapa. Gue masyarakat biasa yang berusaha untuk membantu Indonesia mencapai salah satu tujuannya, yaitu mencerdaskan bangsa Indonesia. Agar masyarakat itu tidak dibodoh-bodohi, tidak salah melangkah saat akan berobat. Kasihan banget, sudah sakit berat, butuh pertolongan, malah dituduh-tuduh kena santet. Harus pembersihan sekian juta," ucap Marcel Radhival si Pesulap Merah dalam video yang diunggah melalui akun YouTube-nya.

Setelah ramai kejadian itu, Gus Samsudin melalui channel YouTube Padepokan Nur Dzat Sejati mengatakan bahwa tujuan Marcel datang ke padepokan hanya untuk mempermalukan padepokan, bukan untuk pembuktian, namun hanya untuk merusak, sehingga Gus Samsudin pun menolak kedatangan mereka.

"Ini bukan pembenaran. Tapi ini benar-benar terjadi, mereka datang ke padepokan untuk mempermalukan padepokan bukan untuk pembuktian. Makanya kami menolak kedatangan mereka, dan saya tak terima dituduh sebagai penipu," tutur Gus Samsudin dalam akun YouTube Padepokan Nur Dzat Sejati.

Akibat viral, sejumlah warga desa pun ramai-ramai berdatangan ke Padepokan Gus Samsudin dan meminta pihak desa menutup padepokan tersebut, lantaran diduga menipu dengan modus pengobatan atau rukiyah. Gus Samsudin pun menolak tuntutan warga agar padepokannya ditutup. Karena Gus Samsudin menyatakan bahwa tempat praktiknya telah berizin dan ia juga tidak pernah merugikan pihak mana pun.

Warga setempat dan Gus Samsudin sempat melakukan mediasi di Polsek Pademangan. Dari mediasi tersebut, didapatkan keputusan bahwa padepokan milik Gus Samsudin harus ditutup sementara.

Karena kasusnya berlarut-larut dan dianggap merugikannya, Gus Samsudin akhirnya melaporkan Pesulap Merah ke Polda Jatim pada Rabu, (3/8/2022) lalu. Didampingi timnya, Gus Samsudin tanpa menggunakan alas kaki mendatangi Polda Jatim. Kuasa hukum Gus Samsudin, Teguh Puji Wahono, mengatakan, kehadiran kliennya untuk membuat laporan atas dugaan pencemaran nama baik yang ditujukan ke Pesulap Merah.

"Kami melaporkan yang bersangkutan karena sudah mengiring opini, yang mengatakan pengobatan Gus Samsudin sebagai penipuan, dan hanya berupa trik. Itu salah, dan kami nilai sebagai tindakan penyebaran fitnah. Makanya kami melaporkan yang bersangkutan dengan menyerahkan bukti video dari akun YouTube-nya yang berisi tuduhan kepada Gus Samsudin," ujar pengacara Gus Samsudin, Teguh Puji Wahono.

"Kita lanjut proses hukum yang berlaku. Untuk pasal pelaporannya pasal 27 ayat 3, dan 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kita ambil langkah ini (pelaporan) karena yang bersangkutan tidak ada itikad baik meminta maaf kepada Gus Samsudin di depan publik, dan tetap merasa apa yang dilakukannya adalah benar. Makanya kita mau kasusnya diselesaikan secara hukum," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Reynanta, Dokter yang Lebih Terkenal di Dunia Tarik Suara

Dokter Reynanta, pria kelahiran Medan, Sumut, berprofesi sebagai dokter spesialis  tetapi lebih terkenal di dunia tarik suara.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Paula Verhoeven Sempat Ingatkan Baim Wong soal Konten Prank KDRT

Paula Verhoeven mengaku sempat mengingatkan suaminya, Baim Wong sebelum keduanya membuat konten prank KDRT di Polsek Kebayoran Lama.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

PINTU Incubator Memasuki Tahapan Kerja Sama Internasional

Pintu incubator diharapkan menjadi sarana menyatukan anak muda Indonesia-Prancis berbagi pengetahuan khususnya dalam industri mode.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Tanamkan Cinta Budaya Bangsa, Ini Cara MIN 1 Kota Malang

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang memiliki cara tersendiri guna menanamkan cinta budaya bangsa,

LIFESTYLE | 4 Oktober 2022

Ini Strategi MAN 2 Kota Malang Ukir Berbagai Prestasi

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang melalukan berbagai upaya guna mencetak prestasi di dalam maupun luar negeri.

LIFESTYLE | 4 Oktober 2022

Ini Upaya Nippon Paint Dukung Literasi Seni Indonesia

Nippon Paint memberikan dukungan terhadap literasi seni di Indonesia melalui cat semprot legendaris Pylox pada gelaran Comic Con di Jakarta.

LIFESTYLE | 4 Oktober 2022

Guru Agama Islam Diminta Tingkatkan Moderasi Beragama

Guru Pendidikan Agama Islam diingatkan mengenai pentingnya peningkatan kapasitas moderasi beragama.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

3 Tahun Vakum, Aliando Syarief Comeback lewat Film Argantara

Film Argantara menjadi proyek comeback Aliando Syarief, setelah tiga tahun lamanya vakum dari dunia seni peran.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Rendahnya Literasi Digital Dorong Terjadinya Ujaran Kebencian di Media Digital

Tingkat literasi digital yang masih rendah menjadi pendorong terjadinya ujaran kebencian di media digital.

LIFESTYLE | 3 Oktober 2022

Petualangan yang Baru dan Seru dalam 360 Hong Kong Moments

Hong Kong Tourism Board tawarkan "360 Hong Kong Moments", pariwisata dengan pengalaman baru dan lengkap.

LIFESTYLE | 23 September 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Emas Naik karena Penurunan Dolar, Perak Melompat 7%

Harga Emas Naik karena Penurunan Dolar, Perak Melompat 7%

EKONOMI | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings