Logo BeritaSatu

Ini Upaya Ferry Irawan Sembuh dari Penyakit Syaraf Terjepit

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 00:01 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Aktor Ferry Irawan kembali merasakan penyakit syaraf terjepit yang sudah lama dideritanya. Keluhan syaraf terjepit pada bagian leher yang diderita suami Venna Melinda ini memang kembali kambuh setelah dirinya dinyatakan sembuh beberapa tahun lalu. Hal tersebut yang membuat Ferry memeriksakan diri ke Klinik Lamina Pain and Spine Center untuk bisa mengobati penyakit lamanya itu.

"Jadi memang sudah lama nih aku menderita penyakit ini. Saya merasakan leher sering kaku, ditambah nyerinya ini menjalar sampai ke lengan jadi rasanya kok kaya kebas. Pernah disarankan untuk operasi tapi aku takut karena memang operasinya harus operasi besar atau konvensional yang dampaknya bisa menyebabkan kerusakan permanen seperti lumpuh pada sebagian tubuh kita. Makanya aku tolak pada saat itu," ungkap Ferry Irawan.

Pilihan untuk datang ke klinik tersebut diambil Ferry Irawan setelah dirinya bersama sang istri mencari informasi tentang apa itu penyakit syaraf terjepit dan bagaimana penanganannya melalui media sosial. Dan akhirnya dirinya mengetahui bahwa Klinik Lamina ini memang keunggulan metode pengobatan yang dimiliki, sehingga dirinya memutuskan pergi kesana untuk mengobati penyakit lamanya itu.

"Di klinik ini, aku harus menjalani endoskopi Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) Joimax yang merupakan teknik endoskopi dari Jerman sebagai tindakan minimal invasif untuk mengatasi syaraf terjepit di leher. Dan di Indonesia, Klinik Lamina Pain and Spine Center merupakan satu-satunya klinik tulang belakang yang menggunakan teknik endoskopi PECD Joimax ini," lanjutnya.

Sedangkan Mahdian yang merupakan dokter yang ada di Klinik Lamina Pain and Spine Center menyatakan, kasus yang diderita Ferry Irawan ini memang banyak terjadi di Indonesia. Dan untuk bisa menyembuhkannya perlu ada tindakan PECD Joimax ini untuk mengatasi syaraf terjepit di bagian leher itu.

"PECD bekerja dengan menggunakan selongsong kamera berdiameter 4 mm, untuk mengambil atau melepaskan bantalan tulang yang menjepit saraf. Dengan PECD, luka sayatan juga minimal, sehingga tidak perlu mengganti bantalan tulang ataupun memberikan pen pada tulang leher," kata Mahdian.

"Karena menggunakan teknologi kamera yang canggih, maka kita bisa melihat kondisi saraf dengan jelas dan detail sehingga jepitan saraf dapat dilepaskan melalui alat endoskopi tersebut," terangnya.

"Keunggulan lain pengobatan dengan metode PECD ini adalah memperkecil risiko kerusakan jaringan atau cedera pada pembuluh darah orang yang menjalani pengobatannya. Selain itu, waktu tindakan juga relatif singkat hanya sekitar 45 menit," kata Mahdian lagi.

"Pasien hanya membutuhkan satu hari perawatan pasca tindakan dan dapat pulang ke rumah untuk melakukan rawat jalan. Bahkan, pasien dapat melakukan aktivitas hampir normal, seperti menyetir, bekerja di kantor, ataupun aktivitas harian lainnya. Dan PECD Joimax ini merupakan satu-satunya metode pengobatan syaraf terjepit leher di Indonesia yang hanya dimiliki oleh Lamina Pain and Spine Center," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Najwa Raih Penghargaan, Netizen Bandingkan Prestasi Nikita

Para netizen membanding-bandingkan prestasi Najwa Shihab dengan Nikita Mirzani pasca Najwa meraih penghargaan.

LIFESTYLE | 25 September 2022

Najwa Shihab Raih Penghargaan Public Figure Inspiratif Terpopuler, Ini Respons Netizen

Di tengah kritikan pedas Nikita Mirzani, presenter Najwa Shihab justru menerima penghargaan sebagai Public Figure Inspiratif Terpopuler.

LIFESTYLE | 25 September 2022

Ini Tips Menikmati Liburan yang Aman dan Nyaman di Pantai

Liburan ke pantai merupakan salah satu pilihan terbaik untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau teman.

LIFESTYLE | 25 September 2022

Menjauh dari Kanye West, Kim Kardashian Beli Mansion Rp 1 T

Untuk menjauh dari Kanye West, Kim Kardashian membeli mansion seharga US$ 70 juta atau setara lebih dari Rp 1 triliun.

LIFESTYLE | 25 September 2022

Gokil, Marshel Widianto dan Armuh Adu Balap Pakai Motor Galon

Media sosial dihebohkan dengan tantangan balap motor Marshel Widianto yang ditujukan kepada Arief Muhammad. 

LIFESTYLE | 24 September 2022

Pahami Rumus Etis Menjaga Jejak Digital

Jejak digital secara umum adalah jejak data yang dibuat dan ditinggalkan saat menggunakan perangkat digital.

LIFESTYLE | 24 September 2022

Transisi Endemi, Musisi Diajak Kembali ke Panggung

Transisi pandemi Covid-19 menuju endemi dinilai menjadi momentum tepat bagi kalangan musisi untuk menggebrak panggung hiburan.

LIFESTYLE | 24 September 2022

Vivere Group Kenalkan Wilsonart dan Arborite ke Pasar Interior Indonesia

Wilsonart menghadirkan 10 koleksi baru dan Arborite dengan 30 koleksi baru serta satu pilihan tekstur yakni Natural Touch (NT+).

LIFESTYLE | 24 September 2022

The Jakarta Dog Show Beri Edukasi Merawat Hewan Peliharaan

The Jakarta Dog Show 2022 digelar untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian manusia terhadap semua ras anjing.

LIFESTYLE | 24 September 2022

Orang Tua Jadi Garda Terdepan Cegah Cyberbullying pada Anak

Rendahnya etika digital berpeluang menciptakan ruang bagi pelaku perundungan di media sosial, platform chatting dan gim.

LIFESTYLE | 24 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022

NEWS | 3 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings