Logo BeritaSatu

Masih Terjadi, Jangan Abaikan Faktor Penyebab KDRT Ini

Jumat, 30 September 2022 | 18:39 WIB
Oleh : Claudia Ramadhani / CLA

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT masih marak terjadi. Perempuan menjadi korban yang paling rentan mengalami KDRT. Menurut hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) tahun 2016 yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, ada beberapa faktor penyebab KDRT yang menimpa kaum perempuan, khususnya dalam kekerasan fisik dan seksual.

Bentuk-bentuk KDRT yang paling sering dialami adalah kekerasan fisik, seperti memukul, menampar, menendang, mendorong, mencengkram, hingge mencekik. Selain kekerasan fisik, kekerasan emosional atau psikologis juga dapat terjadi, seperti mengancam, memanggil dengan sebutan yang tidak pantas, dan mempermalukan atau menjelek-jelekan pasangan. Kekerasan seksual pun menjadi salah satu ancaman yang dialami oleh perempuan.

Menurut hasil SPHPN Tahun 2016, ada 4 faktor penyebab KDRT, yakni:

Faktor individu perempuan
Perempuan yang menikah secara siri dan kontrk, berpotensi 1,42 kali lebih besar mengalami kekerasan fisik dan/atau kekerasan seksual, dibandingkan perempuan yang menikah secara resmi diakui negara melalui catatan sipil atau KUA.

Faktor seringnya bertengkar dengan suami juga menempatkan perempuan pada risiko 3,95 kali lebih tinggi untuk mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual, dibandingkan dengan perempuan yang jarang bertengkar dengan pasangannya.

Faktor pasangan
Faktor penyebab KDRT lainnya bersumber dari pasangan. Bagi perempuan dengan pasangan yang diketahui berselingkuh, berisiko 2,48 kali lebih besar untuk mengalami kekerasan fisik dan/atau kekerasan seksual, jika dibandingkan dengan perempuan yang memiliki suami setia atau tidak berselingkuh.

Tak hanya perselingkuhan, perempuan yang memiliki suami yang menganggur juga berisiko 1,36 kali lebih besar untuk mengalami kekerasan fisik dan/atau kekerasan seksual, dibandingkan dengan perempuan yang memiliki pasangan yang bekerja atau tidak menganggur.

Perempuan dengan suami yang suka mabuk minimal seminggu sekali, berisiko 2,25 kali lebih besar untuk mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dibandingkan dengan perempuan yang memiliki suami tidak pernah mabuk.

Perempuan dengan suami pengguna narkotika, berisiko mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual 2 kali lebih besar, dibandingkan perempuan dengan suami yang tidak menggunakan narkotika.

Faktor ekonomi
Aspek ekonomi merupakan aspek yang lebih dominan menjadi faktor kekerasan pada perempuan dibandingkan aspek pendidikan.

Perempuan yang berasal dari rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan yang semakin rendah, cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan.

Perempuan yang berasal dari rumah tangga pada kelompok 25% termiskin, memiliki risiko 1,4 kali lebih besar mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan, dibandingkan kelompok 25% terkaya.

Faktor sosial budaya
Faktor penyebab KDRT terakhir adalah faktor sosial budaya. Perempuan yang selalu dibayangi kekhawatiran akan bahaya kejahatan yang mengancam, memiliki risiko 1,68 kali lebih besar mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan, dibandingkan perempuan lain yang tidak merasa khawatir.

Perempuan yang tinggal di daerah perkotaan memiliki risiko 1,2 kali lebih besar mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan, dibandingkan dengan perempuan yang tinggal di daerah perdesaan.

Pentingnya memahami dan menerapkan konsep kesetaraan dalam keluarga adalah kunci untuk menghentikan tindak KDRT. Kesetaraan dan keadilan dalam menjalani peran dalam keluarga perlu untuk terus dikomunikasikan, terutama di tahap awal pembentukan keluarga.

Dibutuhkan juga komitmen yang kuat, baik pada pihak suami atau istri, untuk menghadapi semua konsekuensi yang hadir ketika keluarga telah terbentuk. Membangun komunikasi dua arah yang baik akan sangat berpengaruh terhadap keutuhan keluarga, sehingga kasus KDRT dapat terhindarkan.

Satu hal lagi, jika Anda menjadi korban KDRT, segera laporkan. Keberanian Anda untuk melapor akan memutus mata rantai kekerasan dalam rumah tangga. Ingatlah bahwa Anda berharga, dan tak ada satu pun orang di dunia yang boleh melakukan kekerasan terhadap diri Anda.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ririn Ekawati Senang Campur Takut Main di Film Alena Anak Ratu Iblis

Meski sebenarnya takut, namun Ririn Ekawati mengaku tertarik memerankan tokoh Maya dalam film berjudul Alena Anak Ratu Iblis itu.

LIFESTYLE | 29 November 2022

Sandiaga Uno Minta Polemik Kebaya Tak Perlu Diperdebatkan

Menparekraf Sandiaga Uno menanggapi rencana Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. 

LIFESTYLE | 28 November 2022

Rambah Industri Musik, Julia Robex Rilis Single Perdana

Setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai artis seni peran, Julia Robex merambah dunia tarik suara, dengan merilis single Ain’t About You.

LIFESTYLE | 28 November 2022

Nikita Mirzani Akan Jual Rumahnya Seharga 10 M, Bangkrut?

Nikita Mirzani dikabarkan ingin menjual rumahnya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Warganet pun menduga Nikita Mirzani bangkrut. 

LIFESTYLE | 28 November 2022

Bikin Kaget, Dokter Spesialis Jantung Bisa Pentaskan Orkestra

Pentas Maple Orkestra tampil mengejutkan pada Minggu (27/11/2022). Bukan dari sajiannya, tapi komposisi pemain yang merupakan dokter spesialis jantung 

LIFESTYLE | 28 November 2022

Sang Anak Ultah, Nikita Mirzani Beri Kado Menonton Cristiano Ronaldo

Nikita Mirzani beri kado menonton Cristiano Ronaldo yang tampil dalam pertandingan Portugal vs Uruguay di Piala Dunia 2022 untuk anaknya yang ultah.

LIFESTYLE | 28 November 2022

Sutradara Film Captain America Era 90-an Albert Pyun Tutup Usia

Albert Lyun tidak hanya mengerjakan Captain America versi 1990 (pra-Marvel), yang dibintangi oleh Matt Salinger sebagai pemeran utama, tetapi juga film Cyborg.

LIFESTYLE | 28 November 2022

Danareksa Ingin Jadikan Lokananta sebagai Abbey Road-nya Indonesia

PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), anggota holding BUMN lintas sektor Danareksa, tengah merevitalisasi studio rekaman Indonesia pertama, Lokananta.

LIFESTYLE | 28 November 2022

Cukupi Kebutuhan Air Minum Agar Tubuh Bisa Berfungsi Optimal

Konsumsi air minum dalam setiap kesempatan setiap harinya untuk menghindari dehidrasi dan mencegah tubuh berjalan kurang optimal.

LIFESTYLE | 27 November 2022

Menghidupkan Kembali Lokananta, Titik Nol Musik Indonesia

Lokananta, studio rekaman pertama Indonesia, akan dibangkitkan kembali. Titik nol musik Indonesia ini akan direvitalisasi menjadi sentra kreativitas dan niaga.

LIFESTYLE | 27 November 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Impor Beras


# UMP DKI Jakarta


# Pemimpin Berambut Putih


# Adian Napitupulu


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tajam di Piala Dunia 2022, Cody Gakpo Makin Diburu

Tajam di Piala Dunia 2022, Cody Gakpo Makin Diburu

SEMESTA BOLA 2022 | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE