Logo BeritaSatu

Tetap Waspadai Ancaman Mutasi Virus Baru di Akhir Pandemi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:33 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CLA

Jakarta, Beritasatu.com - Belakangan, banyak didengungkan isu bahwa kita akan segera memasuki masa akhir pandemi. Meski begitu, masyarakat diminta tidak terlena dan tetap mewaspadai patogen atau virus baru lain yang bisa menyebabkan Covid-19 muncul kembali di akhir pandemi.

Hal itu dikatakan Guru Besar Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Amin Soebandrio saat menjadi pembicara dalam talkshow "Akhir Pandemi di Depan Mata, Kita Harus Bagaimana?" pada Rabu (5/10/2022).

"Kita memang berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir, dan harus mempersiapkan diri terhadap perubahan dari pandemi ke endemi. Tugas itu tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga masyarakat beserta fasilitas dan tenaga kesehatan karena mungkin pandemi Covid-19 akan berakhir," kata Prof Amin menjawab pertanyaan Beritasatu.com.

Tetapi, lanjut dia, ada satu ada kemungkinan patogen atau virus lain serupa turunannya dari Omicron atau hasil mutasi dan sebagainya, yang bisa menyebabkan munculnya kembali Covid-19 di akhir pandemi.

"Sejauh ini kita berhasil mengendalikan, bukan mengeliminasi, ya. Sekali lagi kami tekankan kembali, kasusnya belum hilang, walau WHO bilang pandemi akan berakhir. Jumlah kasusnya masih ada," jelas Amin.

Menurutnya, kasusnya Covid-19 sebenarnya tidak bertambah. Namun dari beberapa pengamatan, ada beberapa kasus berat yang saat dites secara serologi gejalanya bukan Covid-19, tetapi antibodinya positif.

"Sampai saat ini kita baru berpikir, hal ini adalah apa yang disebut sebagai post Covid dan lainnya. Tetapi kemungkinan juga ini karena ada infeksi berdampingan dengan mikroba lain yang menyebabkan kerusakan jaringan dan kerusakan organ yang lebih parah dan masih membutuhkan pengamatan lebih dalam lagi," ungkap prof Amin.

Maka dari itu, masyarakat diminta tetap menjadikan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sebagai bagian dari gaya hidup yang bersih dan sehat, meski beberapa pihak menyebut pandemi Covid-19 akan segera berakhir. Hal ini guna membantu pemerintah dan terutama masyarakat agar tetap selalu waspada.

Protokol kesehatan perlu tetap diterapkan, mengingat virus Covid-19 masih terus bermutasi. Artinya, virus tersebut belum hilang, meskipun angka penularan sudah menurun drastis. Di sisi lain, penularan subvarian Omicron juga masih terus terjadi di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, subvarian tersebut akan bermutasi lagi menjadi varian baru.

"Jadi belum berhenti di Omicron, memang virusnya masih terus bermutasi. Tapi mudah-mudahan si virus tidak memiliki strategi lain untuk bermutasi. Sebab saat ini, mutasinya menjadi terbatas di varian yang ada, mutasi untuk subvarian saja," ucap prof Amin.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Selasa, (4/10/2022), kasus harian Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 1.851. Sehingga total kasus Covid-19 sampai kemarin tercatat 6.437.750. Dengan adanya data ini, maka sudah lima hari terakhir penambahan kasus baru berada di bawah angka 2.000 atau terakhir kali menembus angka 2.000 pada 29 September 2022.

Sementara, kasus aktif naik sebanyak 300 dan total kasus aktif berada di angka 16.594. Kasus aktif ialah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Perlu diketahui bahwa kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau sedang isolasi mandiri. Berdasarkan catatan Beritasatu.com, kasus aktif yang sudah sempat turun di bawah 10.000, kembali merangkak hingga di atas 10.000 pada 19 Januari 2022 seiring dengan menyebarnya varian Omicron di Indonesia.

Sementara jumlah orang yang diperiksa hari ini sebanyak 30.885 orang dan positivity rate harian mencapai 6.00. Untuk uji spesimen sebanyak 62.191 dengan positivity rate 5,63%. Untuk spesimen yang diperiksa sebanyak 71.691 dengan positivity rate harian mencapai 6,27%

Amin mengungkapkan, jumlah orang yang menderita sakit berat karena Covid-19 saat ini hanya 0,3% dari total penduduk dunia.

"Walau kalau kita lihat secara keseluruhan angka kematian itu masih sekitar 1 persen, tapi, saat ini yang (mengalami penyakit) berat cuma 0,3%. Jadi perubahannya sangat drastis," urai Prof Amin.

Meskipun demikian, diingatkan bahwa kasus Covid-19 masih ada dan virus masih bersirkulasi meskipun WHO menyebut pandemi akan berakhir. Menerapkan protokol kesehatan, menurut Amin, menjadi kunci agar Indonesia segera masuk masa akhir pandemi Covid-19.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Puji Kaesang Pangarep, Erina Gudono: Dia Tampan dan Pemberani

Pujian ini disampaikan Erina karena Kaesang Pangarep berani meminta dirinya di hadapan orang tuanya untuk menjadi istrinya.

LIFESTYLE | 5 Desember 2022

Rizky Febian Bikin Heboh Stasiun MRT Hotel Indonesia

Rupanya Rizky Febian menggelar konser mini bertajuk Temukan Cantikmu #CantikGakAdaBatasan yang digelar produk kosmetik dan skincare Hanasui.

LIFESTYLE | 4 Desember 2022

Hadir di Jakarta, Bintang K-Pop Ong Seong Wu Dukung Pariwisata Korea

Ong Seong Wu senang bisa menyapa penggemarnya di Jakarta setelah terakhir menginjakkan kaki di tahun 2018 saat dirinya masih bersama Wanna One.

LIFESTYLE | 4 Desember 2022

Mey Chan Sebut Maia Estianty Tak Ambil Pusing Hinaan Pinkan Mambo

Menurut Mey Chan, Maia Estianty tidak memiliki banyak waktu untuk menjawab sindiran Pinkan Mambo.

LIFESTYLE | 4 Desember 2022

Studi: Ini Alasan Orang Buang Ponsel ke Tempat Sampah

Green Smartphone melakukan penelitian untuk melihat masalah apa yang paling banyak dikeluhkan oleh para pengguna yang membuat mereka mengganti ponsel.

LIFESTYLE | 4 Desember 2022

Pamer Perut Buncit, Acha Septriasa Umumkan Kehamilan Kedua

Acha Septriasa membagikan kabar kehamilannya melalui unggahan foto di akun media sosial Instagram.

LIFESTYLE | 4 Desember 2022

Busana Sporty Jadi Tren Fashion Indonesia Pascapandemi

"Kalau saya lihat secara umum itu tren fashion di Indonesia sekarang lebih ke arah busana sporty," kata Ali Charisma.

LIFESTYLE | 4 Desember 2022

Funky Kebaya Lenny Agustin Terinspirasi Sosok Gusti Nurul

Perancang busana Lenny Agustin menghadirkan koleksi busana kebaya funky dalam perhelatan Spotlight Indonesia 2022.

LIFESTYLE | 4 Desember 2022

Pedagang Harap Pasren Asthana Kemang Makin Ramai Dikunjungi

Pedagang mengharapkan agar tempat hang out Pasren Asthana Kemang dapat semakin ramai dikunjungi lebih banyak masyarakat.

LIFESTYLE | 3 Desember 2022

Awas, Risiko Terkena Tuberkulosis Lebih Besar bagi Perokok

Para perokok menghadapi risiko yang lebih besar untuk sakit serta mengalami kematian akibat tuberkulosis.

LIFESTYLE | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harry Kane Kambali Jadi Andalan, Ini Susunan Pemain Inggris vs Senegal

Harry Kane Kambali Jadi Andalan, Ini Susunan Pemain Inggris vs Senegal

SEMESTA BOLA 2022 | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE