BMKG: 13 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

BMKG: 13 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera
Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: Antara)
/ PCN Selasa, 11 Oktober 2016 | 11:03 WIB

Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan ada 13 titik panas terdeteksi di Sumatera dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atas 50 persen.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Selasa, mengatakan titik panas diperbarui terakhir terdeteksi 13 titik pada tiga provinsi di daratan Sumatera.

"Di Sumatera Utara terpantau memberi sumbangan terbanyak dengan tujuh titik, lalu di Riau terdeteksi empat titik dan terakhir di Sumatera Selatan menyumbang dua titik," ucap dia.

Slamet berujar, empat titik panas di Riau terdapat pada dua kabupaten yakni di Siak dan Rokan Hilir dengan masing-masing dua titik.

Tapi dari analisa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan, empat titik panas di Riau belum memiliki tingkat kepercayaan karhutla di atas 70 persen atau potensi karhutla.

"Dua titik panas di Siak terpantau di Kecamatan Sungai Mandau masing-masing 52 persen dan 55 persen, sedangkan di Rokan Hilir terdapat di Kecamatan Kubu 59 persen dan 63 persen," jelasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaporkan, telah menggeser tujuh unit helikopter dan pesawat pengebom air dari Provinsi Riau, setelah wilayah itu dianggap kondusif dari kebakaran hutan dan lahan.

"Hasil rapat bersama Menko Polhukam beberapa waktu lalu, Riau dianggap sudah kondusif dari Karhutla. Untuk itu, BNPB menggeser pesawat kembali ke Jakarta," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Edwar Sanger.

Dia mengatakan, empat unit helikopter yakni tipe MI-8MVT registrasi UR-CMI, MI-8MVT registrasi UR-CMJ, MI-171, dan MI-172 diperbantukan BNPB secara bertahap sejak April tahun ini.

Selain helikopter, lanjutnya, dua pesawat pengebom air tipe Air Tractor dan satu pesawat modifikasi cuaca jenis Cassa juga turut ditarik ke Jakarta.

Meski begitu, Edwar mengatakan BNPB, tetap menyiagakan dua heli tipe Sikorsky dan MI-8 di Riau, mengingat karhutla masih terpantau di sejumlah wilayah.

"Kita minta dua helikopter Sikorsky masih tetap berada di Riau untuk siaga mengingat masih terpantau titik panas," ujarnya.



Sumber: ANTARA