Asian Para Games, Ajang Bijak Kelola Sampah

Asian Para Games, Ajang Bijak Kelola Sampah
Simulasi pelatihan relawan difabel. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Ari Supriyanti Rikin / IDS Selasa, 18 September 2018 | 15:08 WIB

Jakarta - Mengulang gerakan kesadaran terhadap sampah di ajang Asian Games beberapa waktu lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mendorong pengelolaan sampah dengan bijak dalam ajang Asian Para Games Oktober mendatang.

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar, mengatakan, pada prinsipnya pemerintah dalam hal ini KLHK bertekad mensukseskan kegiatan Asian Para Games, salah satunya dalam pengelolaan sampahnya.

"Kampanye 'less waste more para games' akan kita gaungkan. Untuk itu, kita segera akan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara Panitia Pelaksana Asian Para Games (Inapgoc), terkait hal ini," katanya di Jakarta, Senin (17/9).

Novrizal mengungkapkan, dalam ajang Asian Games lalu, secara umum ada peningkatan kesadaran dari masyarakat dan berbagai pihak yang ada terhadap persoalan sampah. Lokasi dan komplek Gelora Bung Karno, Jakabaring, maupun lainnya relatif bersih. Kemudian ada peningkatan kepedulian dan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Berkaitan dengan konsep less waste-nya sendiri memang masih perlu ditingkatkan terus. Indikasinya pada tempat sampah yang terpilah, terlihat sampahnya masih tercampur. Di samping itu pembatasan penggunaan barang dan kemasan yang sekali pakai juga masih terlihat," paparnya.

Selain penanganan sampah lanjutnya, KLHK juga mendorong penanganan limbah medis. KLHK membantu dengan menyiapkan industri jasa pengelola limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang memiliki izin untuk menangani limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.

Dari ajang Asian Games, rata-rata timbulan sampah per harinya di Jakarta sekitar 40-42 ton dan berlangsung selama 18 hari.
Sebelumnya, timbulan sampah yang dihasilkan selama pertandingan Asian Games 18-27 Agustus 2018 di area Gelora Bung Karno (GBK) mencapai 436,90 ton. Sedangkan saat pembukaan Asian Games jumlah timbulan sampah mencapai 46,13 ton.

KLHK telah memberikan bantuan peralatan untuk membantu pengelolaan sampah berupa tempat sampah tematik untuk sampah botol plastik dan sampah organik dan motor pengangkut sampah.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK pun berperan aktif dalam memastikan bahwa timbulan limbah B3 medis yang bersumber dari tes doping dan medical station serta limbah B3 nonmedis seperti limbah elektronik, selama masa latihan para atlet, pertandingan, hingga seluruh kegiatan berakhir dilakukan dengan benar sesuai dengan peraturan.

Untuk itu, KLHK bekerja sama dengan jasa pengelola limbah B3 yang berizin, PT. Arah Environmental Indonesia (Pengangkut dan Pengolah Limbah B3), serta instansi lingkungan hidup setempat untuk pemusnahan limbah B3 ini.

Dari data KLHK, sampah yang dihasilkan saat upacara pembukaan di GBK mencapai 46,13 ton dengan rincian botol terpilah 1,4 ton, kertas 0,74 ton, dan yang residu ke tempat pemrosesan akhir (TPA) 43,99 ton.

Saat penyelenggaraan 18-27 Agustus 2018, sampah yang dihasilkan 436,90 ton dengan rincian botol terpilah 58,62 ton, kertas 31,13 ton, dan residu ke TPA 347,15 ton. Untuk medical infectious (all venues) 40,15 kilogram (kg) dan medical sharp (all venues) 0,5 kg.



Sumber: Suara Pembaruan