BMKG Temukan Lebih 150 Titik Panas di Pulau Sumatera

BMKG Temukan Lebih 150 Titik Panas di Pulau Sumatera
Petugas memperhatikan layar monitor wilayah di Indonesia ( Foto: BeritaSatu.com/Rizki Ambarsari )
Aichi Halik / AHL Selasa, 18 September 2018 | 20:16 WIB

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan lebih dari 150 titik panas di Pulau Sumatera. Titik-titik panas itu terdeteksi melalui Satelit Terra dan Aqua.

Menurut BMKG, ada delapan provinsi yang terdeteksi terdapat titik panas (hotspot). Provinsi Sumatera Selatan paling banyak dengan jumlah 77 hotspot.

Kemudian Provinsi Bangka Belitung ada 14 titik, Bengkulu 10 titik, Riau ada delapan titik, Sumatera Barat empat titik, Jambi tiga titik, dan Kepulauan Riau satu titik panas.

Delapan titik panas di Riau tersebar di lima daerah, yakni Kabupaten Indragiri Hulu ada tiga titik, Rokan Hilir dua titik, dan masing-masing satu titik di Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Pelalawan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak dua titik memiliki tingkat keakuratan (level of confidence) di atas 70 persen sehingga bisa besar kemungkinan merupakan titik api kebakaran hutan dan lahan. Dua titik api itu terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu dan Pelalawan.

"Setelah kita memahami wilayah-wilayah yang cukup kering seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Kalimantan, maka kita harus mewaspadai faktor-faktor pemicu kebakaran lahan," kata Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, BMKG, Miming Saepuddin, di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

"Pembukaan lahan dengan cara membakar harus dihindari termasuk membuang puntung rokok sembarangan," imbuhnya.

BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk Pemprov Riau bahwa ada dua daerah yang sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, karena mengalami hari tanpa hujan cukup panjang.



Sumber: BeritaSatu TV