Hari Pertama Tanpa Kantong Plastik, Pemkot Bogor Masih Berikan Toleransi

Hari Pertama Tanpa Kantong Plastik, Pemkot Bogor Masih Berikan Toleransi
Para konsumen Hypermart di Lippo Ekalokasi, Kota Bogor melakukan transaksi jual beli tidak menggunakan kantong plastik. Mulai Sabtu 1 Desember 2018, Pemerintah Kota Bogor sudah memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik di toko modern. ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Sabtu, 1 Desember 2018 | 17:40 WIB

Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai hari ini memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik di semua pertokoan modern, hal itu mengacu Peraturan Wali Kota 61/2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Namun demikian, di hari pertama peraturan itu berlaku belum serempak dilakukan di sejumlah toko modern.

Wali Kota Bogor Bima Arya, saat louching di Lippo Ekalokasi, Kota Bogor meyakini pada hari pertama penerapan pasti ada beberapa toko modern masih bertransaksi menggunakan kantong plastik.

"Hari pertama mungkin masih ada satu atau dua toko modern yang masih menggunakan kantong plastik. Karena sisa stok, diharapkan hari-hari ke depannya sudah tidak lagi menggunakan kantong plastik," paparnya, Sabtu (1/12).

Ia pun mengatakan, masih ada toleransi bagi toko-toko modern yang masih menggunakan kantong plastik dengan alasan menghabiskan stok kantong. Bila masih ada toko yang menggunakan kantong plastik pasca-stok habis akan mendapatkan peringatan.

"Bila ada toko yang masih menggunakan kantong plastik usai stok habis, akan kita kenakan sanksi," kata Bima.

Lebih jauh, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Elia Buntang menuturkan, di pasar modern saat ini ada dua jenis kantong plastik. Kantong platik tanpa label dan kantong plastik eco/SNI (daur ulang).

"Pemerintah kota mengharapkan plastik tanpa label hilang dalam beberapa hari ke depan di toko modern. Sedangkan untuk kantong plastik eco/SNI hilang peredaranya mulai Maret 2019. Para pengusaha beralasan, mereka sudah mengikat perjanjian hingga beberapa bulan ke depan," kata Elia.

Terkait sanksi kata Elia, pemkot tidak harus selalu langsung penindakan. Pemkot pun memberikan imbauan dan tenggang waktu kepada pengusaha toko modern untuk terus mendukung pemerintah kota.

"Ini kan kebijakan yang mengedukasi, ya sebisa mungkin kita edukasi dulu. Bila setelah ditegur masih membandel, baru kita bisa berikan teguran keras (surat peringatan),” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE