Jimly: Jangankan Animal Rights, Human Rights Saja Kita Belum Beres

Jimly: Jangankan Animal Rights, Human Rights Saja Kita Belum Beres
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie bersama Komunitas Pencinta Kucing (KPK) Jabodetabek di Mall PGC, Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (2/12). ( Foto: Ist )
Yustinus Paat / FMB Minggu, 2 Desember 2018 | 21:13 WIB

Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengatakan, salah satu ciri dari kemajuan peradaban bangsa adalah bagaimana sikap manusia dalam memperlakukan hewan dengan baik dan benar.

Hal itu disampaikan Jimly saat hadir sebagai pembicara dalam acara gathering Komunitas Pencinta Kucing (KPK) Jabodetabek yang digelar di Mall PGC, Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (2/12).

"Jadi intinya kemajuan peradaban bangsa kita, salah satu cirinya adalah ditentukan sikap kita kepada hewan. Bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan hewan secara seimbang, kita harus memperlakukan hewan dengan baik, sehingga hewan juga merasa akrab dengan manusia," kata Jimly.

Menurutnya, saat ini banyak negara sudah fokus membahas dan membuat aturan tentang kesejahteraan hewan dan perlindungan hak asasi hewan atau animal rights, namun hal tersebut belum menjadi perhatian serius di Indonesia.

"Semua bangsa sudah membicarakan sekarang ini soal animal rights, sedangkan kita human rights saja belum beres apalagi animal rights," ujar Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.

Jimly menyebut, di Indonesia sebenarnya telah dibuat Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009. Namun UU tersebut masih sebatas mengatur soal peternakan dan kesehatan hewan, dan belum mencakup kesejahteraan hewan secara keseluruhan.

"Undang-undangnya sudah bagus ya, sudah diperbaiki tahun 2014, tetapi perspektifnya masih baru mengenai ternak. Peternakan dan kesehatan, jadi belum bicara mengenai animal rights yang lebih utuh," ungkap Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu.

"Jadi ke depannya kita harus pikirkan, kita harus bicara mengenai kesejahteraan hewan. Jadi lebih dari sekedar industri peternakan untuk kepentingan manusia, tetapi yang kita bahas itu bagaimana undang-undang melindungi hewan termasuk hewan liar, apalagi hewan peliharaan," tandasnya menambahkan.

Lebih jauh mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini mengapresiasi digelarnya gathering KPK Jabodetabek. Ia berharap, kegiatan serupa dapat dipromosikan sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian manusia kepada hewan.

"Bagus sekali. Ini acara simbolis, perlu kita promosikan, semangat cinta kepada hewan peliharaan itu luar biasa. Jadi kita harus mulai sikap kita kepada hewan itu harus kita diperbaiki. Jangan dimusuhi supaya mereka tidak memusuhi kita, apalagi hewan peliharaan. Hewan buas saja tidak boleh kita musuhi," pungkasnya.

Sementara itu, panitia acara gathering KPK Jabodetabek mengaku sangat teredukasi dengan apa yang disampaikan Jimly di acara tersebut, terutama soal payung hukum terhadap perlindungan hewan.

"Prof Jimly orangnya humble ya. Dalam memberikan edukasi, pengetahuannya ke kita itu mudah dipahami, disampaikan secara detail, jadi cepat ditangkap dan kena juga ke kita. Apalagi buat banyak member, pecinta kucing yang awam soal perlindungan hukum terhadap hewan, itu mudah memahami apa yang disampaikan beliau," kata admin KPK Jabodetabek, Niar.

"Juga menyadarkan masyarakat untuk lebih aware dan lebih peduli, misalnya ada kejadian penyiksaan hewan dan bagaimana, mereka tidak takut lagi melapor ke polisi atau pihak-pihak yang terkait karena sudah ada undang-undangnya, karena sudah ada payung hukumnya," pungkas Niar.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE