Resmi Dibuka, Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim di Polandia

Resmi Dibuka, Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim di Polandia
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berbincang dengan penanggung jawab Paviliun Indonesia di sela pembukaan Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim (COP UNFCCC) ke-24 di Katowice, Polandia, Senin, 3 Desember 2018 waktu setempat. Keberadaan Paviliun Indonesia bertujuan untuk menunjukkan pada dunia tentang aksi adaptasi dan mitigasi Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim melalui 53 topik sesi diskusi dengan peserta mancanegara. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Asni Ovier / AO Selasa, 4 Desember 2018 | 16:11 WIB

Katowice - Delegasi Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim (COP UNFCCC) ke-24 di Katowice, Polandia, juga menyelenggarakan Paviliun Indonesia. Keberadaan Paviliun Indonesia itu merupakan bagian dari soft diplomacy yang telah menjadi bagian dari kebijakan negoisasi perubahan iklim Indonesia.

Pada sambutan pembukaan Konferensi, Senin (3/12) waktu setempat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan, informasi tentang komitmen dan upaya Indonesia dalam pengurangan emisi akan ditampilkan dan disampaikan di Paviliun Indonesia. Informasi dan aktivitas itu berupa kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, kebijakan, aturan, dan implementasi kebijakan yang telah dijalankan Indonesia.

Menteri Siti mengatakan, semua pihak harus berperan di dalam pengurangan emisi untuk mengatasi perubahan iklim. “Pertukaran informasi dan pengetahuan adalah salah satu cara terbaik dan itulah yang akan dilakukan di Paviliun Indonesia,” ujarnya.

Paviliun Indonesia bukan pengulangan kegiatan, tetapi kegiatan berlanjut yang terus meningkat kualitasnya. Terdapat 53 sesi yang bisa menjadi rujukan negara lain bahwa Indonesia sudah melakukan banyak sekali kegiatan positif pencegahan perubahan iklim.

Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK yang juga Penanggung Jawab Pavilion Indonesia, Agus Justianto mengatakan, persiapan Paviliun Indonesia dimulai sejak 10 bulan lalu dengan kerja sama berbagai pihak. Paviliun Indonesia, kata dia, dimaksudkan untuk menunjukkan pada dunia upaya-upaya Indonesia pada pencegahan perubahan iklim. Agus mengajak seluruh delegasi COP UNFCCC untuk berkunjung ke Paviliun Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F Gontha dalam sambutannya mengatakan, lingkungan harus dijaga melalui perekonomian baru dan terbarukan. Dalam hal pembangunan di Indonesia, ujarnya, program keberlanjutan adalah kunci dalam implementasi menjaga lingkungan.

“Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan. Ini kerja raksasa seperti tugas Herkules. Inilah tugas Indonesia ke depan,” kata Peter.

Dikatakan, permasalahan lingkungan tidak bisa hanya menyalahkan pengembangan kelapa sawit, misalnya. Semuanya harus dilakukan secara integral bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

Saat ini, kata Peter, Indonesia sudah siap untuk melakukan perubahan dalam paradigma pembangunan berkelanjutan melalui teknologi, terutama dengan implementasi energi terbarukan. Transisi ke arah energi terbarukan juga bukan hal yang mudah, tetapi bisa dilakukan secara bertahap.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE