Rutin Salurkan Bantuan, HA IPB Bentuk Tim Ahli Kebencanaan

Rutin Salurkan Bantuan, HA IPB Bentuk Tim Ahli Kebencanaan
Bantuan yang rutin disalurkan DPP HA IPB, Minggu (6/1) di Bogor, Jawa Barat.
Heriyanto / HS Senin, 7 Januari 2019 | 06:54 WIB

Bogor - Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (DPP HA IPB) secara rutin menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah yang terkena bencana. Sejalan dengan itu, HA IPB akan membentuk badan otonom khusus tim ahli kebencanaan sebagai bentuk kepedulian dalam membantu penanggulangan dan pemulihan (recovery) dari bencana.

"Kehadiran tim ini supaya bisa lebih cepat bergerak, profesional, terintegrasi dan berkesinambungan kontribusi HA IPB dalam penanganan satu daerah yang terkena bencana," kata Sekjen DPP HA IPB Walneg S Jas usai melepas keberangkatan bantuan untuk korban bencana Tsunami Banten dan Lampung, di Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/1).

Banyaknya bencana yang terjadi akhir-akhir ini menggugah kepedulian masyarakat seluruh Indonesia untuk berempati dan bersimpati dengan memberikan berbagai macam bantuan.

Demikian pula HA IPB untuk kedua kalinya mengirimkan bantuan kepada korban terdampak bencana Tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung. Bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan awet, biskuit, susu bayi, pelengkapan mandi, air mineral, obat-obatan, selimut, perlengkapan sekolah anak, mukena, dan lain sebagainya.

HA IPB terus menggalang kepedulian para alumni untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu korban terdampak bencana. Hingga dua minggu setelah kejadian tsunami, bantuan terus mengalir.

Selama dua minggu ini DPP HA IPB telah bergerak untuk aksi tanggap bencana di kedua lokasi tersebut, bekerja sama dengan DPD HA IPB Banten, dan DPD HA IPB Lampung, serta DKM Masjid Alumni IPB. "Kami hadir karena peduli. Beberapa kali benana sebelumnya juga kami rutin menyalurkan bantuan-bantuan kepada yang membutuhkan," kata Walneg.

Menurut dia, terhadap setiap bencana yang terjadi di Indonesia, HA IPB berkomitmen menggalang kebersamaan dan kepedulian alumni dalam aksi kemanusiaan.

Secara internal, lanjut Walneg, DPP HA IPB akan mengembangkan struktur dan pengelolaan aksi tanggap bencana ini agar lebih mampu bekerja maksimal bukan hanya pada masa tanggap darurat melainkan juga pada masa pemulihan pascabencana.

Dengan mengembangkan badan otonomi di bawah DPP HA IPB, nantinya akan diisi para ahli dan alumni yang kompeten dalam penanganan bencana baik tanggap darurat maupun tahap pemulihan. Salah satunya dengan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian atau sumber daya alam dan rehabilitasi lingkungan supaya hasil dan manfaatnya lebih maksimal.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa menghadirkan tim ahli kebencanaan dengan struktur yang lebih kuat dan komprehensif," kata Walneg.



Sumber: Suara Pembaruan