Rumah Zakat Kejar Potensi Wakaf Uang Rp 180 Triliun

Rumah Zakat Kejar Potensi Wakaf Uang Rp 180 Triliun
Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Nur Efendi (kanan) saat mengumumkan target program Desa Berdaya sebagai upaya mengangkat potensi lokal, di Jakarta, Selasa (19/12/2017). Rumah Zakat menargetkan 1.230 Desa Berdaya yang terbina sepanjang 2018, dari saat ini terdapat 1.056 Desa Berdaya yang sudah dibina di 129 kota/kabupaten, disamping juga diluncurkan Wakaf 1.000 hektar untuk lahan pertanian berbasis Desa Berdaya. ( Foto: BeritaSatu Photo / Rz )
Mashud Toarik / MT Selasa, 12 Februari 2019 | 16:21 WIB

Jakarta – Lembaga filantropi, Rumah Zakat meluncurkan Gerakan Gelombang Wakaf dalam rangka mengejar potensi wakaf yang dinilai besar.

Gerakan ini didasarkan atas data yang dirilis oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI), dimana terdapat potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun, sedangkan wakaf uang yang baru dimanfaatkan baru mencapai Rp 400 miliar per tahun 2017.

“Artinya potensi yang belum tergarap masih sangat besar, karena itu kami berinisiatif membuat Gerakan Gelombang Wakaf, kalau bisa ini bisa menjadi tsunami kebaikan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” papar CEO Rumah Zakat, Nur Efendi di Jakarta, Selasa, (12/2).

Dikatakan Nur, Gerakan Gelombang Wakaf diwujudkan dalam bentuk publikasi masif melalui media sosial, iklan-iklan, serta roadshow ke 18 provinsi di Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat menjadi sarana sosialisasi dan edukasi terkait wakaf yang selama ini masih minim.

“Masyarakat umum hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak saja berupa wakaf tanah dan bangunan. Padahal disatu sisi dalam aturannya, wakaf bisa berbentuk uang, emas, mobil, dan barang lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan sosial, bahkan apabila wakaf dikelola dengan baik oleh lembaga wakaf atau nazhir, hasil dari wakaf produktif tersebut bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia, ujarnya.

Karenanya salah satu fokus campaign Gelombang Wakaf menurutnya adalah memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan yang dimulai dari generasi milenial terhadap program wakaf.

“Rumah Zakat akan mengedukasi masyarakat melalui seminar di seluruh Indonesia dan aktivasi melalui media sosial. Selain itu juga membentuk komunitas wakaf yang bertujuan untuk melibatkan generasi milenial yang jumlahnya kurang lebih 40% dari total penduduk Indonesia secara langsung dalam proses pelaksanaan wakaf,” katanya.

Adapun wakaf yang akan masuk, menurut Nur disalurkan dalam beberapa tahapan program terdiri dari pembangunan infrastruktur dasar masyarakat seperti jembatan, sanitary, jalan-jalan desa dan lainnya, kedua melakukan pengelolaan wakaf secara produktif dalam bentuk membangun rumah sakit dan klinik, pertanian & perkebunan serta sekolah.

Tahap ketiga membangun bisnis yang menguntungkan dengan kolaborasi perbankan. Diantaranya pembangunan properti yang terdiri rumah sakit tipe B, apartemen, dan kantor. Proyek ini sedang berjalan dimana 20% investasinya berasal dari wakaf dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2020. Keuntungan dari bisnis tadi menurut Nur akan disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya tahap kelima, Rumah Zakat akan menyalurkan wakaf uang yang diterima untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan bangsa. Seperti investasi jalan tol, perumahan dan lainnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa, Gerakan Gelombang Wakaf merupakan langkah besar Rumah Zakat untuk memujudkan visi menjadi filantropi ZISWAF dan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk pengembangan 5.323 desa berdaya, pembebasan 200 hektar lahan produktif, serta 50.000 UMKM di seluruh Indonesia.

Sebagai catatan, selama 20 tahun berkiprah, Rumah Zakat telah memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat,18 Sekolah, 8 Klinik, dan 1.295 Desa Berdaya.