BMKG Ajak Warga Berperan Aktif dalam Mitigasi Perubahan Iklim

BMKG Ajak Warga Berperan Aktif dalam Mitigasi Perubahan Iklim
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan selama Desember, 77,4 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan, termasuk Pulau Jawa dan Sumatera. ( Foto: Beritasatu TV )
/ BW Sabtu, 23 Maret 2019 | 21:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengajak warga untuk berperan aktif dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

"Warga bisa ikut berperan dalam mitigasi dengan melakukan beberapa hal yang tampaknya sepele," kata Dwikorita Karnawati di Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Ia mengatakan, warga bisa ikut menjalankan mitigasi dengan melakukan hal-hal sepele seperti mengurangi penggunaan plastik, membatasi penggunaan kendaraan bermotor dan beralih ke sarana transportasi umum, menghemat penggunaan listrik, dan air serta menanam pohon.

Menurut Dwikorita Karnawati, aksi-aksi yang terlihat sederhana itu dapat membawa dampak besar dalam upaya mencegah dampak buruk perubahan iklim.

"Perubahan iklim ekstrem merupakan masalah yang dihadapi setiap negara tanpa memandang batas teritorial. Setiap negara pasti merasakan dampak buruknya," tutur Dwikorita Karnawati.

Perubahan iklim, ia melanjutkan, bisa memicu berbagai petaka seperti banjir, kekeringan, longsor, gelombang tinggi dan peningkatan muka air laut. Bencana-bencana itu dapat menimbulkan korban jiwa serta kerugian ekonomi dan ekologi.

"Belum lagi dampak lanjutan yang juga tidak bisa dipandang sepele seperti berbagai penyakit yang merebak berujung pada kematian. Karena itu, perlu upaya mitigasi bersama untuk mencegah dampak negatif akibat perubahan iklim," kata Dwikorita Karnawati.

Hari Meteorologi Sedunia diperingati setiap 23 Maret. Peringatan Hari Meteorologi Sedunia 2019 mengangkat tema "Matahari, Bumi, Cuaca untuk Keselamatan dan Kesejahteraan".

Pada 23 Maret, diperingati sebagai Hari Meteorologi Sedunia atau World Meteorological Day karena pada tanggal yang sama, 1950 sebuah badan spesialisasi di bidang meteorologi di bawah naungan PBB bernama World Meteorological Organization (WMO) dibentuk.

WMO adalah organisasi antarpemerintah dengan keanggotaan 186 negara anggota dan enam anggota teritori. Indonesia masuk menjadi anggota WMO pada 16 November 1950 dan berada di regional V Pasifik Barat Daya. WMO berperan penting dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat, kesejahteraan ekonomi, dan perlindungan lingkungan hidup.

BMKG memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-69 dengan menggelar berbagai kegiatan. Ada beberapa acara, di antaranya upacara peringatan, seminar internasional, workshop, talkshow, dan menghadirkan inovasi teknologi 4.0 dalam upaya prakiraan dan peringatan dini cuaca dan iklim.



Sumber: ANTARA