Kurangi Korban Bencana, Mensos Siapkan 3 Rencana Strategis

Kurangi Korban Bencana, Mensos Siapkan 3 Rencana Strategis
Menteri Sosial Agus Gumiwang (berbaju putih) dalam upacara HUT ke-15 Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Tagana Training Center, Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (25/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / WBP Senin, 25 Maret 2019 | 17:39 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemsos) menyusun tiga rencana stategis terkait kebencanaan mulai migitasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan. Rencana itu diharapkan dapat meminimalisasi korban bencana.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang, saat memimpin upacara HUT ke-15, Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Tagana Training Center, Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (25/5/2019).

Dalam paparannya Agus Gumiwang menyebut, langkah pertama adalah peningkatan kesiapsiagaan atau mitigasi bencana melalui peningkatan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana logistik.

Selain itu, pelatihan tagana muda, utama, dan madya serta spesialisasi kompetensi bagi masing-masing tagana. Hal lain peningkatan fasilitasi kampung siaga bencana dan tagana masuk sekolah. "Kesiapsiagaan dan mitigasi menjadi penting karena kejadian bencana di Indonesia sebagian besar karena ulah manusia. Seperti penggundulan lahan dan perusakan ekosistem. Maka PR kita menyehatkan lingkungan dengan penghijauan untuk menghindari bencana," kata Agus Gumiwang.

Agus Gumiwang mengatakan, Jepang dikenal sebagai negara yang berhasil melakukan mitigasi bencana. Padahal negara tersebut rawan bencana. Namun bukan bencana yang ditimbulkan oleh ulah manusia.

"Ini sebuah mind set yang harus diajarkan kepada masyarakat pentingnya membangun rumah tahan gempa. Karena Jepang gempanya tidak kecil, tapi mereka mampu membangun rumah tahan gempa. Sehingga upaya kita atau program mitigasi menjadi penting," jelas Agus Gumiwang.

Rencana kedua yakni penyaluran bantuan pemenuhan kebutuhan dasar untuk korban bencana alam pada masa darurat. Hal itu berupa penyerahan sumber daya manusia (SDM) tagana, pemberian makanan melalui dapur umum, tenda darurat, distribusi logistik keperluan keluarga, dan layanan psiko sosial.

Terakhir, penyelenggaraan pemulihan kebutuhan dasar untuk korban pascabencana dengan bantuan jaminan hidup, santunan luka dan ahli waris serta rujukan. "Kami berharap melalui rencana stategis itu, penggulangan bencana dan prabencana ke depan lebih baik. Dengan demikian, potensi korban jiwa bisa ditekan," kata Menteri Agus.



Sumber: BeritaSatu.com