Luhut: Asing Jangan Ikut Campur Soal Lingkungan

Luhut: Asing Jangan Ikut Campur Soal Lingkungan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi pembicara “Dialog Ekonomi Sekarang & Yang Akan Datang” di Spazio Hall Intiland Surabaya, Jumat (29/3/2019) malam. ( Foto: Investor Daily / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FMB Sabtu, 30 Maret 2019 | 15:31 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menanggapi kritik soal pernyataannya tentang ancaman Indonesia keluar dari Paris Agreement, yang berisi komitmen negara-negara mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global.

“Walhi itu dengar, saya bilang kita itu mempertimbangkan setiap opsi untuk menjawab tindakan-tindakan dari Uni Eropa sampai kepada opsi terjelek keluar dari Paris Agreement,” kata Luhut usai menjadi pembicara “Dialog Ekonomi Sekarang & yang Akan Datang” di Spazio Hall Intiland Surabaya, Jumat (29/3/2019) malam.

Dia juga membantah kalau kelapa sawit dianggap merusak lingkungan. “Kalau kita kelola dengan benar tidak merusak lingkungan, siapa bilang ? Hasil penelitian Stanford University tidak lebih merusak soybean daripada palm oil. Jangan salah. Walhi itu harus belajar juga, jangan asal ngomong aja,” ujarnya.

Tentang disamakannya dengan Presiden AS Donald Trump terkait pernyataannya keluar dari Paris Agreement, Luhut dengan enteng menjawab, “Nggak tahu, saya belum tahu, saya bukan Trump saya Luhut Panjaitan,”

Luhut sependapat kalau asing tidak boleh terlalu ikut campur soal lingkungan. “Iya dong kita kan tahu apa yang baik buat kita. Masak orang Eropa lebih tahu lingkungan? lebih bagus kita! Memangnya kita nggak mikirin masa depan rakyat Indonesia, sangat mikirin lah,” kata dia.



Sumber: Investor Daily