BMKG Signature Sajikan Informasi Cuaca Berbasis Dampak

BMKG Signature Sajikan Informasi Cuaca Berbasis Dampak
Petugas BMKG melakukan pemantauan kondisi gelombang air laut pascatsunami di wilayah pesisir Banten dan Lampung di Pelabuhan Merak, Banten, 24 Desember 2018. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
Ari Supriyanti Rikin / FER Rabu, 10 April 2019 | 17:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung dan banjir bandang merupakan bencana yang mendominasi di Indonesia. Saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat sistem baru informasi cuaca berbasis dampak atau BMKG System for Multi Generations Weather Model Analysis and Impact Forecast (BMKG Signature).

Baca Juga: Masa Transisi, Waspadai Hujan Lokal

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengatakan, informasi cuaca ini dilengkapi identifikasi wilayah berpotensi terdampak, potensi ancaman yang ditandai dengan poligon berwana dan level risiko 1-10.

"Makin tinggi level risiko, makin tinggi pula ancaman bencananya," kata Fachri Radjab saat soft launching BMKG Signature di kantor BMKG, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

BMKG Signature ini merupakan kombinasi antara informasi kerentanan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dengan informasi curah hujan di BMKG. Akurasi informasi ini pun mencapai lebih dari 80 persen.

"Informasi ini langsung menyebut hingga level kecamatan dan daerah risiko. Masyarakat pun bisa diarahkan seperti menyelamatkan dokumen penting, harta berharga hingga evakuasi," ucapnya.

Saat ini, BMKG sudah mensosialisasikan sistem ini ke BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Diharapkan, dalam waktu dekat juga disebar ke BPBD seluruh Indonesia.

"Ke depan BPBD seluruh Indonesia bisa mengakses informasi ini dan meneruskan ke masyarakat. BMKG di daerah juga bisa menjadi penerus informasi ini," paparnya.

Baca Juga: BMKG Perkuat Prediksi Banjir Rob

Publik bisa mengakses informasi prakiraan wilayah terdampak di signature.bmkg.go.id. Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk mengaksesnya, tugas BPBD sangat vital untuk menyebarkan informasi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan.

Pelaksana Harian Direktur Kesiapsiagaan BNPB Bambang Surya Putra berpendapat, BMKG Signature ini dapat memberi informasi lebih rinci ke masyarakat tidak sekadar informasi cuaca seperti hujan lebat, sedang maupun ringan.

Dengan sistem baru ini lanjutnya, masyarakat bisa paham ketika terjadi siklon tropis, akan ditandai curah hujan tinggi, dimana saja titik potensi banjirnya.

"Informasi juga mengacu tingkat kerentanan dan risiko. Jika risiko tinggi maka pemerintah daerah harus segera mengevakuasi warganya," tandas Bambang.

Bahkan menurut Bambang, daerah potensi banjir bandang pun bisa diketahui sehingga bisa dilakukan evakuasi dini dan menyelamatkan banyak nyawa manusia. 



Sumber: Suara Pembaruan