Pemerintah Hungaria Membantu Akses Air Bersih di Mappi

Pemerintah Hungaria Membantu Akses Air Bersih di Mappi
Wakil Duta Besar Hongaria Peter Varfi (kedua kanan) bersama Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu (kanan) didampingi Direktur PT Montnets Solusi Indonesia Karunia Widjaja (belakang) dan perwakilan Kementerian PUPR (kiri) meninjau teknologi penjernihan air untuk membantu Kabupaten Mappi dapatkan air bersih. ( Foto: istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Kamis, 25 April 2019 | 13:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Hungaria bersama PT Montnets Solusi Indonesia memberikan bantuan mesin pengolahan air minum berbasis teknologi penyaringan berlapis (filtrasi) untuk Kabupaten Mappi, Papua. Bantuan diharapkan mampu memberi akses pemenuhan air bersih, layak dan siap minum bagi warga Mappi.

Bantuan mesin filter air merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PT Montnets Solusi Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Hungaria.

Direktur PT Montnets Solusi Indonesia Karunia Widjaja mengatakan, Mappi dijuluki kota sejuta rawa. Wilayahnya juga dikelilingi banyak sungai namun masih mengalami krisis air bersih di tengah air yang melimpah.

Menurutnya, pemerintah Hungaria memberikan bantuan berupa mesin pengolahan air minum portable yang mengadopsi teknologi terbaik Eropa dan sudah terkenal di bidang pengolahan air melalui PT Montnets Solusi Indonesia, selaku pihak yang mengoperasikan dan memelihara mesinnya.

"Mesin pengolahan air minum ini pembuatannya sudah mengadopsi teknologi 4.0 dimana sistem pengoperasian mesin ini sudah fully computerized dan menggunakan platform SCADA dan internet of things," katanya di sela-sela serah terima mesin penjernih air di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

PT Montnets Solusi Indonesia merupakan perusahaan informasi dan teknologi di bidang aplikasi dan telekomunikasi. Perusahaan ini turut serta membantu pemerintah Indonesia untuk membangun infrastruktur telekomunikasi agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia bagian timur juga dapat menikmati teknologi informasi yang setara dengan di Pulau Jawa.

"Adanya bantuan ini, diharapkan dapat membantu masyarakat Mappi terutama untuk pemanfaatan dan penempatan pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mappi," ucapnya.

Ke depan diharapkan pemerintah dapat mengadopsi teknologi pengolahan air bersih ini untuk penerapan dan produksi dalam skala lebih besar, dan penyaluran air ke rumah-rumah dan sentra bisnis.

Wakil Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Peter Varfi berharap, melalui teknologi ini bisa memberikan pemenuhan air bersih bagi masyarakat Papua.

"Keamanan air merupakan komponen vital dan merupakan bagian dari perdamaian dan keamanan dunia. Jika terdapat masalah dan krisis air, maka teknologilah yang mampu memecahkan persoalan tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, di tahun 2025 diperkirakan sekitar 1,9 miliar penduduk dunia akan hidup menderita karena menghadapi kelangkaan air bersih.

Sejak tahun 2013 lanjutnya, Pemerintah Hongaria dan Indonesia telah berbagi praktik baik dalam managemen pengelolaan air. Kemudian di tahun 2016, bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menandatangani kerja sama managemen pengelolaan air. Kerja sama dilakukan di 36 lokasi dengan bantuan dana mencapai US$ 40 juta.

Air Siap Minum
Terkait mesin penjernih air ini cukup andal, mampu mengolah air kotor dari sungai, rawa atau sumur bor. Filtrasi pertama mesin mampu menyaring partikel berukuran 100 mikrometer.

Lalu proses berikutnya ke ultrafiltrasi mampu menyaring ukuran 0,01 mikrometer sehingga keluar menjadi air bersih. Jika ingin dijadikan air siap minum maka dilakukan lagi proses reverse osmosis, kemudian pemurnian.

Jika mesin diarahkan memproses air siap minum maka mampu menghasilkan sekitar 1.200 liter air per jam atau sekitar 24.000 liter air per hari.

Sementara itu, jika hanya mengolah menjadi air bersih, mesin mampu menghasilkan sekitar 3.600 liter air per jam atau hampir 72.000 liter air per hari.

Durasi pengolahan air menjadi air bersih sekitar 20-60 menit. Dengan kemampuan ini, mampu melayani akses air untuk 3.000 orang.

Hadir pula dalam penyerahan mesin penyaring air itu Bupati Mappi Papua Kristosimus Yohanes Agawemu. Dalam sambutannya, Kristosimus berterima kasih atas bantuan teknologi penjernih air bagi Mappi.

Hampir 80 % wilayah Mappi adalah rawa. Melalui bantuan alat yang akan dipasang di RSUD Mappi, kebutuhan air bersih hingga siap minum dapat terpenuhi.

"Ini awal kerja sama yang baik. Dari 14 distrik, 12 distrik di antaranya juga diharapkan mendapat akses air bersih," ucapnya.

Kristosimus mengungkapkan, saat ini untuk mendapatkan air minum yang tidak mengandung kadar berbahaya cukup sulit. Sehingga dengan teknologi ini, masyarakat sangat terbantu, bahkan mendapatkan air minum gratis.



Sumber: BeritaSatu.com