Waspadai Cuaca Ekstrem

Siklon Tropis Lili Tumbuh di Laut Timor

Siklon Tropis Lili Tumbuh di Laut Timor
Ilustrasi siklon. ( Foto: Wikipedia )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Kamis, 9 Mei 2019 | 14:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi memberi nama bibit siklon tropis 93S yang mulai menguat sejak Kamis (9/5/2019) pagi menjadi siklon tropis Lili.

Berdasarkan pantauan BMKG pada Kamis (9/5) sejak pukul 10.00 WIB bibit siklon tropis 93S mengalami penguatan signifikan sehingga BMKG menyatakan bibit siklon tropis tersebut sebagai siklon tropis Lili dengan posisi koordinat di 8.9 °LS 128.7°BT berada di sekitar perairan Laut Timor atau Selatan Perairan Laut Banda.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini kecepatan angin maksimum di pusat siklon mencapai 35-40 knot dengan tekanan minimum hingga 1000 hPa dengan arah gerak ke selatan-barat daya.

"Siklon tropis ini menimbulkan ancaman cuaca ekstrem di wilayah Indonesia Timur dan Timor Leste," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (9/5/2019).

Siklon tropis Lili menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian tenggara, Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian timur dan Timor Leste.

"Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam berpeluang terjadi di NTT, Maluku, dan Papua bagian selatan," ucapnya.

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, Perairan Kepulauan Kei Aru, Laut Arafuru bagian timur. Gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan. Sedangkan gelombang dengan ketinggian 4-6 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Sermata Leti Kepulauan Babar Tanimbar, Laut Timor.

Adanya peningkatan tinggi gelombang akibat siklon tropis yang diperkirakan terjadi hingga 11 Mei 2019 mendatang perlu diwaspadai oleh moda transportasi laut.

"BMKG terus memantau perkembangan siklon tropis Lili ini setiap saat melalui tropical cyclone warning center (TCWC) Jakarta," ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati pada potensi hujan lebat yang timbul karena juga berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor dan banjir bandang.

Sebelumnya sejumlah siklon tropis juga pernah muncul di perairan Indonesia.

Tahun 2008, terdeteksi siklon dan diberi nama Durga, kemudian di tahun 2010 diberi nama siklon tropis Anggrek, lalu di tahun 2014 Bakung, Cempaka 2017, Dahlia 2017, Flamboyan 2018 dan Kenanga di tahun 2018.

Sejak tahun 2010 penamaan siklon tropis yang tumbuh di wilayah Indonesia diberi nama bunga sesuai abjad.



Sumber: BeritaSatu.com