Danone Aqua Dukung Program Penelitian Sampah di Sungai

Danone Aqua Dukung Program Penelitian Sampah di Sungai
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (tengah) bersama Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-Aqua) Corine Tap meresmikan Program Penelitian dan Percontohan Intersepsi Sampah Plastik di Sungai yang berlokasi di Cengkareng Drain menggunakan River Cleaning-up System (RCS) di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 15 Mei 2019 | 21:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol meresmikan Program Penelitian dan Percontohan Intersepsi Sampah Plastik di Sungai yang berlokasi di Cengkareng Drain menggunakan River Cleaning-up System (RCS) di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara.

Program ini melibatkan berbagai pihak baik dari institusi pemerintah maupun swasta yang dikoordinasikan oleh Kemko Maritim dengan melibatkan berbagai instansi antara lain, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BBWS-PUPR), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah DKI Jakarta (DLH DKI), Danone-Aqua dan lembaga penelitian Solid Waste Indonesia (SWI).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan hasil program percontohan ini nantinya akan di replikasi setidaknya di 14 sungai di DKI Jakarta untuk mencegah mengalirnya sampah ke lautan. "Sebagai upaya pengelolaan sampah, penting bagi kita untuk memulai mengembangkan sistem ekonomi sirkular. Jika kita memulai mengelola sampah secara komprehensif, akan tercipta siklus ekonomi baru yang dapat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Luhut dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Pada kesempatan itu, Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-Aqua) Corine Tap mengatakan program ini merupakan salah satu dukungan dan Komitmen Danone Aqua untuk membantu upaya pengurangan sampah plastik. "Kami bangga menjadi salah satu mitra strategis dalam proyek penelitian ini. Penelitian ini diharapkan untuk mendapatkan data dan perspektif yang berharga tentang komposisi, aliran limbah plastik, valorisasi atau daur ulang limbah plastik dari sungai, dan apa yang dapat kita lakukan untuk mengumpulkan limbah plastik dari sungai sebelum mencapai lautan," ujar Corine Tap.

"Kami berharap bahwa penelitian itu akan mendukung kami dalam mencapai ambisi 100 persen sirkular tahun 2025 dan memahami apa yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan sampah secara efektif dan efisien sejalan dengan gerakan yang kami inisiasi yaitu BijakBerplastik," tambah Corine.

Peluncuran program ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Program Percontohan Pembersihan Sungai-Sungai di Wilayah Jakarta pada tanggal 12 Juli 2017 yang dilanjutkan dengan perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Belanda pada 26 April 2018 yang lalu.

Penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam memahami karakterisasi sampah plastik di sungai, kajian daur ulang sampah, dan metode pengumpulan sampah plastik sebelum mencapai laut. Hasil program akan dilaporkan setelah 12 bulan beroperasi dan dari data yang terkumpul akan dibangun sistem pengelolaan yang merupakan bagian dari infrastruktur pengelolaan sampah di Jakarta, sehingga sampah plastik yang terkumpul dapat ditangani dengan baik dan sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia.

Alat RCS yang digunakan dalam program percontohan ini merupakan suatu sistem pengelolaan sampah yang dibangun dengan tujuan utama untuk mengekstraksi sampah plastik yang mengalir di sungai, menampungnya dengan menggunakan conveyor belt, dan kemudian dikumpulkan dan diangkut ke tempat penampungan sementara untuk dipilah dan di daur ulang agar jumlah sampah yang diangkut ke TPA semakin sedikit. Alat ini ditargetkan akan mampu mengumpulkan sampah di sungai sebanyak 30 ton perharinya.

"Melalui gerakan ini, kami fokus pada tiga aspek inti yakni pendidikan daur ulang untuk konsumen, inovasi kemasan produk dan pengembangan infrastruktur pengumpulan limbah. Tiga aspek inti ini bertujuan untuk membantu mencapai ambisi kami pada tahun 2025, untuk mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang kami gunakan, untuk menggunakan 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta untuk meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam botol kami menjadi 50 persen," jelas Corine.



Sumber: BeritaSatu.com