Siap-siap Mudik, Simak Pesan BMKG Antisipasi Cuaca Kering

Siap-siap Mudik, Simak Pesan BMKG Antisipasi Cuaca Kering
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan informasi cuaca arus mudik di aplikasi BMKG, di sela-sela buka bersama media, di Jakarta, Selasa 28 Mei 2019. ( Foto: ari supriyanti rikin )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Rabu, 29 Mei 2019 | 05:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada para pemudik untuk mewaspadai kondisi cuaca kering saat memasuki musim kemarau di periode arus mudik.

Wilayah yang kondisinya cenderung kering dan minim hujan antara lain, Sumatera bagian barat, Bengkulu Palembang, Lampung sebagian Jawa di bagian tengah perbatasan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, daerah yang kering itu mempunyai tingkat kemudahan lahan untuk terbakar. Apalagi di akhir Mei dan awal Juni adalah periode arus mudik di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Para pemudik yang melewati jalur di daerah kering jangan buang puntung rokok sembarangan, karena lahan mudah terbakar," katanya di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Selain itu, perlu diantisipasi dehidrasi karena cuaca yang kering tersebut. Suhu udara beberapa hari terakhir lanjutnya, bahkan berada di kisaran 30-34 derajat celcius. Padahal kondisi saat ini belum masuk puncak musim kemarau. BMKG pun memantau saat ini kondisi El Nino lemah. Tidak seperti tahun 2015 dengan El Nino tinggi sehingga terjadi bencana karhutla.

Dari kondisi kering ini, perlu pula diwaspadai debu yang bisa memicu infeksi saluran pernapasan atas.

Meski beberapa daerah masuk musim kemarau, masih ada sejumlah wilayah Indonesia yang berpotensi hujan lebat. Wilayah tersebut antara lain Maluku, Papua (pegunungan Jayawijaya), Papua Barat bagian tengah, sebagian Aceh, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara.

"Curah hujan akan tinggi dan perlu diwaspadai potensi banjir, longsor, banjir bandang. Untuk wilayah rawan longsor dan banjir kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah setempat," paparnya.

Dwikorita mengingatkan, kepada masyarakat untuk dapat mengunduh aplikasi info BMKG dari ponsel. Aplikasi info BMKG ini bermanfaat untuk memberikan informasi cuaca terkini, kejadian gempa dan peringatan dini cuaca dan gempa.

"Informasi potensi kondisi cuaca akan disampaikan setiap enam sekali. Jika ada anomali cuaca akan diinfokan tiga jam sebelumnya," tandas Dwikorita.

Selain itu, perlu diwaspadai gelombang tinggi di Samudera Hindia setinggi 2,5-4 meter. Sedangkan perairan di dalam dan penyebrangan kondisinya masih aman dilewati. Tinggi gelombang maksimal 1,5 meter.

Untuk meningkatkan layanan, BMKG sudah memasang radar pemantau tinggi gelombang laut dan tsunami di Selat Sunda, Banyuwangi, Gilimanuk dan Labuan Bajo



Sumber: BeritaSatu.com