Kembalikan Hutan Sebagai Paru-paru Dunia

Kembalikan Hutan Sebagai Paru-paru Dunia
Ilustrasi hutan. ( Foto: ist )
Yustinus Paat / CAH Jumat, 31 Mei 2019 | 22:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aktivis kehutanan, Nirmala Ratimanjari Sari meminta secara tegas untuk mengembalikan hutan sebagai paru-paru dunia. Hal itu disampaikan Nirmala, karena belakangan banyak terjadi pembakaran hutan serta penebangan hutan secara liar.

Nirmala pun merasa prihatin dengan hal itu, karena aktivitas tersebut selain dilakukan secara masif juga mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan ekosistem di dalamnya, termasuk manusia itu sendiri.

"Saya kira, hutan sebagai paru-paru dunia harus segera dikembalikan ya. Reboisasi hutan secara besar-besaran perlu dilakukan. Mengingat, hutan itu penting bagi seluruh makhluk hidup, dan kita manusia juga bergantung dengan hutan," kata Nirmala Ratimanjari Sari, Jum'at (31/5/2019).

Sebagian besar, lanjut Nirmala, hutan menghasilkan oksigen yang kita butuhkan setiap hari. Tak bisa dibayangkan, tanpa adanya oksigen makhluk hidup di bumi ini akan terancam mati dan punah.

"Bayangkan, jika di bumi ini tidak ada oksigen akibat penebangan hutan serta pembakaran hutan secara masif, makhluk hidup di bumi ini terancam mati dan punah. Maka, perlu bagi kita untuk melakukan reboisasi, mengembalikan hutan seperti sedia kala. Dan membantu ekosistem yang ada di dalamnya agar tidak masuk ke jurang kepunahan," tegas Nirmala.

Dirinya juga mendorong, atas kesadaran setiap manusia, untuk kembali giat menanam satu batang pohon untuk satu orang. Mengingat, kritisnya kondisi hutan saat ini, khususnya di Indonesia.

Setiap tahunnya, di sejumlah daerah di Indonesia terdapat sejumlah titik-titik api. Titik api ini semakin lama akan merambah hutan-hutan yabg ada di Indonesia yang sebagian besar merupakan hutan gambut.

Hutan gambut sendiri sangat rentan dan mudah terbakar. Apalagi dengan bantuan hembusan angin, titik-titik api tersebut dengan sangat mudahnya menjalar dan meluluhlantakkan semua yang ada dihadapan api tersebut.

"Upaya pemerintah dalam menangani kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia kita rasa sudah dilakukan. Namun itu saja tidak cukup. Kesadaran masyarakat akan dampak dari penebangan hutan dan pembakaran hutan tersebut juga perlu. Untuk itu, mari kita bersama-sama, bahu membahu untuk mereboisasi hutan yang kita cintai ini," pungkas Nirmala.



Sumber: BeritaSatu.com