BMKG: Warga yang Berwisata di Pesisir Waspadai Gelombang Tinggi

BMKG: Warga yang Berwisata di Pesisir Waspadai Gelombang Tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi. ( Foto: ANTARA FOTO / Iggoy el Fitra )
Ari Supriyanti Rikin / WBP Selasa, 4 Juni 2019 | 14:58 WIB

Jakarta, Beritsatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap adanya potensi gelombang tinggi yang akan terjadi dalam empat hari ke depan (4 - 7 Juni 2019) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Masyarakat yang hendak berwisata ke pesisir saat libur Lebaran, agar berhati-hati.

Dalam keterangan tertulis BMKG, Selasa (4/6/2019) disebutkan peningkatan gelombang tinggi disebabkan sistem tekanan tinggi di perairan utara Sabang. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari timur selatan kecuali di perairan utara Papua Barat, angin berembus dari barat laut - utara dengan kecepatan 4 - 15 knot. "Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot," kata BMKG.

Sementara kecepatan angin tertinggi terpantau berada di perairan Pulau Sawu, Pulau Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, perairan Kepulauan Letti, Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Laut Arafuru, serta perairan Yos Sudarso Merauke. "Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," tulis BMKG.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, terpantau adanya potensi peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Indonesia seperti perairan Utara Sabang, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan Sabang Banda Aceh, perairan Utara Jawa Timur Kepulauan Kangean, perairan Barat Aceh, perairan Kotabaru, perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, perairan Pesisir Bengkulu, perairan Timur Kepulauan Selayar.

Perairan Barat Lampung, Laut Flores, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Perairan Bau Bau, Selat Sunda bagian selatan, Laut Seram bagian timur, Selat Sape bagian selatan dan Selat Sumba, Perairan Selatan dan Timur Kepulaua Sula, Perairan Selatan Flores, perairan Fak Fak Kaimana, Laut Sawu, perairan Amamapre, Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kepulauan Kei Kep. Aru, perairan Selatan Kalimantan, serta perairan Barat Yos Sudarso.

Selain itu, beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpotensi diterpa gelombang yang lebih tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Wilayah perairan tersebut di antaranya perairan Barat Enggano, perairan Selatan Jawa hingga Pulaua Sumbawa, perairan Manui Kendari, Teluk Tolo, Samudera Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, perairan Selatan Pulau Sawu Kupang, Pulau Rote, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kepulauan Wakatobi, perairan Selatan Pulau Buru, Pulau Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Sermata, Kepulauan Letti, perairan Kepulauan Babar, Kepulauan Tanimbar, perairan Selatan Kepulaun Kei, Kepulauan Aru, Selat Bali Lombok Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, dan Laut Arafuru.

Selain mengimbau masyarakat yang hendak berwisata pesisir, BMKG juga mengimbau nelayan, kapal tongkang dan kapal ferry untuk memperhatikan keselamatan pelayaran.



Sumber: Suara Pembaruan