Peduli Sampah Plastik, Pernod Ricard Indonesia Dorong Program Daur Ulang Botol Bekas

Peduli Sampah Plastik, Pernod Ricard Indonesia Dorong Program Daur Ulang Botol Bekas
Pernod Ricard Indonesia memfokuskan diri pada Circular Making dan memilih untuk melakukan program upcycling (daur ulang) dari botol-botol bekas milik mereka. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 21 Juni 2019 | 19:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Maraknya sampah plastik seperti botol bekas yang berdampak pada pencemaran lingkungan harus mendapat perhatian serius untuk ditangani. Menyadari kondisi ini, Penord Ricard tergerak untuk mendorong sebuah program daur ulang yang dilakukan oleh komunitas kertabumi sebagai komunitas lokal. 

Pada tahun ini Pernod Ricard Indonesia memfokuskan diri pada Circular Making dan memilih untuk melakukan program upcycling (daur ulang) dari botol-botol bekas milik mereka.

"Kegiatan ini dilakukan karena kebutuhan Indonesia yang sangat mendesak untuk berbagai produk daur ulang dan juga untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya produk daur ulang dan menjaga kestabilan lingkungan dengan mereduksi sampah beling menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti gelas, vas, tempat lilin dan lainnya. Melalui kegiatan CSR ini, kami berharap kegiatan positif ini bisa membantu pemerintah dalam rangka melestarikan lingkungan dengan masyarakat ikut terlibat untuk mengolah barang bekas menjadi benda baru yang bermanfaat," kata Managing Director Pernod Richard Indonesia, Edhi Sumadi saat ditemui di RPTRA Benhil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Ditambahkan Edhi, kegiatan yang dilakukan mengingat bahwa timbunan sampah di Indonesia mencapai 65 juta ton setiap tahunnya, dan 5 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik dan beling yang sebenarnya bisa didaur ulang.

"Program S&R (Sustainability & Responsibility) yang dilakukan ini dengan mengajak komunitas lokal untuk proyek-proyek yang memang bermanfaat baik bagi lingkungan maupun bagi komunitas. Komunitas Kertabumi kami gandeng karena kami melihat mereka sudah berpengalaman dalam mereduksi sampah menjadi barang-barang bermanfaat," tandasnya.

Sebagai langkah awal, program ini akan dijalankan dengan penyerahan 250 botol kaca oleh Pernod Ricard Indonesia untuk kemudian diolah menjadi barang yang bermanfaat oleh Kertabumi. Setelah itu program ini akan dievaluasi setiap tiga bulan dengan melihat efektivitasnya serta dampak bagi lingkungan dan komunitas, selain itu produk yang dihasilkan Kertabumi nantinya juga akan dijual di toko online agar memudahkan masyarakat membeli produk jadi ini.



Sumber: BeritaSatu.com