Oseanografi LIPI Dorong Perlindungan Ekosistem Teripang

Oseanografi LIPI Dorong Perlindungan Ekosistem Teripang
Salah satu jenis teripang di perairan Indonesia ditunjukkan dalam kegiatan media briefing 'Riset Teripang' di Gedung Pusat Penelitian Oseanografi LIPI di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FER Selasa, 16 Juli 2019 | 17:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Penelitian Oseanografi LIPI meminta stakeholder terkait untuk melindungi ekosistem teripang yang sudah memasuki masa kritis terancam kepunahan di perairan Indonesia.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah, mengatakan, dalam dua dekade terakhir telah terjadi pergeseran jenis teripang, yang mengindikasikan jenis teripang tertentu sudah semakin sulit ditemukan.

"Melihat kondisi ini, Oseanografi LIPI sudah melaju riset teripang dengan budidaya untuk mendukung keberlanjutan spesies ini," ujar Dirhamsyah dalam kegiatan media briefing 'Riset Teripang' di Ancol, Selasa (16/7/2019).

Salah satu jenis teripang di perairan Indonesia.

Salah satu jenis teripang di perairan Indonesia.

Dirhamsyah mengatakan, dari 52 jenis teripang yang ada di dunia, salah satu jenis teripang yang terancam punah di Indonesia yakni teripang pasir atau Holothuria Scabra.

"Perburuan terhadap teripang membuat jenis spesies yang memiliki nilai ekonomi tinggi ini semakin terdesak keberadaannya di perairan Indonesia. Hal ini juga terkait dengan kondisi perairan Indonesia yang semakin tercemar logam berat khususnya di wilayah Barat," tegas Dirhamsyah.

Peneliti Balai Bio Industri Laut LIPI, Muhammad Firdaus, menyebutkan, sejak 2011 pihaknya melakukan riset teknologi budidaya jenis teripang pasir di Mataram (NTB) dan 25 lokasi lainnya dengan metode tambak, sea ranching, pembesaran untuk mengurangi ketergantungan industri perikanan terhadap stok teripang di alam bebas.

"Dalam setahun, kami menghasilkan 100.000 ekor anakan teripang untuk kegiatan konservasi alam," kata Firdaus.

Sementara itu, Peneliti Oseanografi LIPI, Ana Setyawati, menyebutkan, penelitian terhadap teripang dikarenakan jumlahnya di lingkungan perairan Indonesia sudah mulai terancam punah sejak 20 tahun terakhir.

"Indonesia punya 56 spesies teripang, yang baru kami bisa identifikasi 46 spesies. Nanti akan dilanjutkan dengan penelitian biologi molekular," kata Ana.



Sumber: Suara Pembaruan