Jokowi Diminta Evaluasi Peltas

Jokowi Diminta Evaluasi Peltas
Ilustrasi proyek pembangkit listrik tenaga sampah di Bantar Gebang, Bekasi. ( Foto: Antara )
Anselmus Bata / AB Kamis, 18 Juli 2019 | 15:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak melakukan evaluasi terhadap rencana dan pelaksanaan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (peltas), termasuk pilihan teknologinya. Teknologi peltas harus siap pakai dengan kapasitas berskala besar, yakni 1.500 ton sampai 2.000 ton per hari per pembangkit listrik.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) Bagong Suyoto melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Rabu (17/7/2019) untuk merespons kekesalan Jokowi atas proyek peltas yang belum mengalami kemajuan berarti. 

APPI juga mendesak Jokowi menetapkan pengolahan sampah melalui peltas sebagai program strategis nasional, sehingga koordinasi dan kerja sama lintas kementerian/lembaga terkait dengan pemerintah daerah bisa berjalan dengan baik.

"Dengan dukungan semua kementerian, lembaga negara, BUMN, termasuk PLN, proyek peltas bisa optimal dan berjalan mulus. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah harus mampu bekerja sama dan bersinergi mewujudkan peltas berkapasitas skala besar, modern, dan canggih. Kerja ini merupakan pertaruhan sejarah," katanya.

Selain itu, Jokowi diminta membentuk tim khusus untuk melaporkan secara langsung perkembangan implementasi proyek peltas dengan melibatkan berbagai ahli dan lembaga independen perwakilan masyarakat peduli sampah dan lingkungan.

"Tim harus dapat mempercepat dan memperkuat kerja-kerja lapangan secara kolaboratif dan dinamis," ujar Bagong.



Sumber: BeritaSatu.com