BBKSDA Sumut Minta Warga Mewaspadai Harimau Masuk Pemukiman

BBKSDA Sumut Minta Warga Mewaspadai Harimau Masuk Pemukiman
Seekor harimau yang sering masuk dan menyerang warga di Padang Lawas, akhirnya ditangkap. ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / FER Kamis, 18 Juli 2019 | 18:47 WIB

Medan, Beritasatu.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya harimau lain yang kemungkinan masih ada berkeliaran di dalam perkebunan sawit, bahkan bisa memasuki pemukiman penduduk di Kabupaten Padang Lawas, Sumut.

Baca Juga: Harimau Penyerang Warga Akhirnya Ditangkap

Peringatan itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Irzal Azhar, saat memaparkan hasil pantauan BBKSDA atas jumlah harimau yang selama ini sudah meresahkan masyarakat.

"Berdasarkan survei di lapangan, maupun data jumlah harimau yang masuk frame dalam kamera trap yang dipasang petugas, ada sebanyak 6 ekor. Ini masih yang terlihat, dan jumlah itu bisa saja lebih. Sebaiknya, masyarakat mengantisipasi semua ini," ujar Irzal Azhar di Medan, Kamis (18/7/2019).

Irzal mengatakan, dari 6 ekor harimau yang berkeliaran di Padang Lawas tersebut, satu di antaranya sudah berhasil ditangkap petugas BBKSDA bekerja sama dengan BPBD, Polri, TNI dan dibantu oleh masyarakat. Harimau masuk dalam perangkap besi setelah diberi umpan seekor kambing.

"Kami pun mengharapkan warga supaya tidak memicu konflik dengan kelompok raja hutan tersebut. Warga tidak boleh berburu, memasang jerat di hutan, apalagi sampai merusak hutan dengan melakukan penebangan hutan secara illegal. Ini berdampak terhadap rusaknya habitat harimau," ungkap Irzal.

Baca Juga: Faisal Kritis Diterkam Harimau

Menurut Irzal, jebakan yang dipasang warga di hutan diduga memicu harimau masuk ke perkebunan dan perkampungan. Satwa ini kemudian diduga menyerang dua warga, seorang di antaranya meninggal dunia dan seorang lagi terluka parah. Selain itu, sejumlah ternak warga juga dimangsa.

Sebelumnya, tim gabungan yang melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) bersama dengan TNI, akhirnya dan polisi berhasil menangkàp harimau sumatera yang sering masuk dan menyerang warga di pemukiman penduduk di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut).

"Penangkapan harimau ini dengan cara membuat perangkap di beberapa titik. Harimau itu akhirnya masuk perangkap di perkebunan sawit yang dipasang petugas di Desa Hutabargot, Kecamatan Sosopan, Padang Lawas. Di dalamnya diberi umpan kambing," ujar Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi.

Hotmauli mengatakan, harimau itu masuk dalam perangkap, Selasa (16/7/2019). Hewan buas yang dilindungi ini masuk perangkap kerangkeng besi yang di dalamnya sengaja dibuat umpan seekor kambing. Ada luka di bagian kaki harimau tersebut.

"Semoga tidak ada lagi harimau yang masuk ke pemukiman penduduk di sana. Begitupun, kita minta masyarakat untuk lebih mewaspadainya. Harimau yang ditangkap itu sudah dievakuasi ke Taman Suaka Margasatwa di Aek Godang, Padang Lawas," sebutnya.

Seperti yang dilaporkan, masyarakat di Kecamatan Barumun dan Sosopan mengaku merasa resah atas harimau yang berkeliaran di pemukiman penduduk dan di tengah perkebunan. Masyarakat belum mengetahui secara pasti atas jumlah harimau yang berkeliaran tersebut. Masyarakat di sana pun semakin resah karena sudah ada beberapa orang warga di sana diserang si raja hutan itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, seorang warga Desa Pagaranbira, Kecamatan Sosopan, Faisal (45), diserang hingga terluka parah akibat diserang harimau, Minggu (26/5) malam. Bahkan, sembilan hari sebelum kejadian itu, harimau juga menerkam Abusali Hasibuan (62) saat berada di perkebunan karet di Desa Siraisan Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas.



Sumber: Suara Pembaruan