UGM Lestarikan Terumbu Karang di Natuna

UGM Lestarikan Terumbu Karang di Natuna
Mahasiswa KKN PPM UGM di Natuna sedang menanam bioreeftek di dasar laut. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Minggu, 11 Agustus 2019 | 14:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang sedang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ikut berkontribusi melestarikan terumbu karang di perairan laut setempat. Langkah ini ditempuh dengan melepaskan bioreeftek yang dibuat oleh para mahasiwa KKN tersebut.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM UGM di Natuna, Agastya mengatakan, Natuna dipilih menjadi lokasi KKN PPM karena merupakan salah satu daerah yang kaya akan potensi wisata dan kelautan. Selain itu, Natuna juga termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Indonesia.

"Dengan pelepasan bioreeftek ini diharapkan ekosistem bawah laut di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Natuna ini akan terpelihara dan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan setempat dalam mencari ikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Agastya di Jakarta, Minggu (11/8/2019)

Pelepasan bioreeftek ini dilakukan di Desa Pulau Tiga dan Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, serta Desa Tanjung Kumbik Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Salah satu mahasiswa KKN UGM di Natuna, Ade Wulan Fitriana menjelaskan, bioreeftek merupakan terumbu karang buatan dari bahan-bahan sederhana. Bahan-bahan bioreeftek ini yakni batok kelapa yang dilapisi dengan semen dan ditusuk dengan tongkat kayu. Penyangga batok kelapa bioreeftek menggunakan papan kayu yang dilapisi semen.

"Setelah bioreeftek ditanamkan di bawah laut, larva terumbu karang akan menghinggapi batok kelapa dan tumbuh di sana. Terumbu karang yang tumbuh di bioreeftek akan menjadi rumah bagi ikan dan para biota laut lainnya. Hal ini tentu akan memudahkan para nelayan dalam mencari ikan,” jelas Ade.

Ade mengatakan, sebelum melepas bioreeftek, mereka melakukan survei untuk menentukan lokasi pelepasan bioreeftek dengan menyelam ke bawah laut hingga kedalaman 15 meter.

Kelola Sampah
Selain pelepasan bioreeftek, para mahasiswa KKN PPM UGM bersama masyarakat dan aparat pemerintah setempat bekerja sama mengatasi masalah sampah di Desa Pulau Tiga dan Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Mahasiswa KKN PPM UGM di Natuna, Cahayatika Budi Utami mengatakan, langkah ini ditempuh dengan menyediakan tong sampah dan mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat.

Ia menjelaskan, di Desa Pulau Tiga, para mahasiswa dan aparat desa menyiapkan 200 tong sampah yang disebar di lima Rukun Tetangga. Diharapkan dengan adanya tong sampah di setiap rumah, kebiasaan membuang sampah di laut dapat berkurang. Para mahasiswa juga membuat eco paving block dan lampu botol dari plastik bekas.

Sedangkan di Desa Tanjung Kumbik Utara, para mahasiswa UGM bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna membuat tempat sampah dari daur ulang kapa lasing sitaan. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna akan menyiapkan dermaga khusus sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) pada tahun depan.

Ketua KKN PPM UGM di Natuna, Ignasius Gracia Putra Dharu Wicaksono berharap, kegiatan ini akan membantu masyarakat mengatasi masalah sampah di Kecamatan Pulau Tiga Barat. Selain itu, masyarakat setempat diharapkan juga bisa memulai hidup bersih dan sehat, serta tidak membuang sampah ke laut lagi.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Kecamatan Pulau Tiga Barat memiliki kebiasaan membuang sampah ke laut. Hal ini menyebabkan terjadi penumpukan sampah di laut sekitar rumah warga yang berpotensi mencemari air laut.



Sumber: BeritaSatu.com