Kabut Asap Sebabkan Jarak Pandang Memburuk

Kabut Asap Sebabkan Jarak Pandang Memburuk
Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan. ( Foto: ANTARA FOTO / Syifa Yulinnas )
/ FER Minggu, 11 Agustus 2019 | 15:22 WIB

Palangka Raya, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya menyatakan, jarak pandang di Kota Palangka Raya kembali memburuk karena kabut asap dengan jarak maksimal menyentuh 550 meter.

"Itu terjadi pada pukul 07.30 WIB. Jarak pandang kemudian membaik pada pukul 08.30 WIB dengan jarak pandang maksimal mencapai 2.000 meter," kata prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, Minggu (11/8/2019).

Renianata menambahkan, jarak pandang di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu kemudian terus membaik hingga mencapai 6.000 meter pada pukul 14.00 WIB.

"Namun biasanya kabut asap akan kembali menebal pada sore hari. Hal ini karena pada sore dan pagi hari kelembaban udara bertambah," tambahnya.

Akibatnya, lanjut Renianata, kebakaran hutan dan lahan akan semakin banyak menghasilkan kabut asap. Udara yang lembab juga menyebabkan penguapan berkurang.

"Perubahan jarak pandang akibat kabut asap dimungkinkan terus terjadi karena adanya pengaruh perubahan arah dan kecepatan angin,” papar Reniata.

Berdasarkan pantauan, kebakaran di lahan kosong masih marak terjadi di Palangka Raya. Bahkan di beberapa titik, kebakaran lahan mulai mendekati pemukiman warga.

Tak hanya itu, dampak kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan masyarakat seperti bau kabut asap menyengat yang membuat nafas sesak dan mata pedih.



Sumber: ANTARA