Banyak Vendor Tertarik Bangun PLTN di Indonesia

Banyak Vendor Tertarik Bangun PLTN di Indonesia
Ilustrasi reaktor nuklir ( Foto: Istimewa )
Hotman Siregar / FER Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang (Oso) menggelar pertemuan dengan Tim Kerja Penyiapan Pembangunan Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan Komersialisasinya, di  Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/8/2019).

Pertemuan tersebut dalam rangka meminta dukungan terkait rencana pembangunan Taman Iptek di Kawasan Industri, di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Baca Juga: Ketua DPD Dukung Pembangunan PLTN di Indonesia

Ketua Tim Kerja Penyiapan Pembangunan Prototipe PLTN dan Komersialisasinya, Prof Agus Puji Prasetyono, menegaskan, sosialisasi pembangunan PLTN sudah dilakukan sejak 1964, tetapi sampai saat ini tidak pernah terwujud.

Menurut Agus, hal itu bukan karena persoalan teknis, tetapi lebih banyak pada tataran masalah politik. Karena itu, pihaknya meminta dukungan kepada DPD untuk bisa merealisasikan pembangunan PLTN di Indonesia, yang akan dibangun pertama kali di Bengkayang, Kalbar.

"Dari segi politis, kami mohon dukungan. PLTN ini sudah disosialisasikan sejak 1964. Persoalan ini tidak terealisasi bukan karena ranah teknis, tetapi karena ranah politis," kata Agus.

Baca Juga: PLTN Cocok Dibangun di Kalbar

Staf Ahli Menristekdikti bidang Relevansi dan Produktivitas itu menambahkan, pilihan pembangunan pertama jatuh kepada Kalbar.

"Karena Gubernur Kalbar Sutarmidji sangat intensif dan mendukung, agar provinsi itu bisa melakukan industrialisasi serta mengejar ketertinggal dari daerah lainnya. Terlebih lagi saat ini indeks pembangunan manusia (IPM) Kalbar hanya di atas Papua," kata Agus.

Dengan adanya energi tinggi nanti, diyakini pertumbuhan ekonomi bisa dikejar sehingga industrialisasi di Kalbar bisa diwujudkan. Pihaknya berjanji akan lakukan pencanangan di Kalbar.

Baca Juga: Proyek PLTN Terapung Tuai Pujian

Agus menambahkan, dalam membangun PLTN tentu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi untuk mengoperasikan tataran industrinya maupun pembangkit itu sendiri.

Menurut Agus, pembangunan PLTN harus terintegrasi. Agus menegaskan, tim kerja sudah melakukan banyak hal, terutama penyiapan dokumen-dokumen, maupun pemanggilan vendor.

"Semua vendor di seluruh dunia tertarik membangun ini di Kalbar. Semua vendor kami undang, mereka sangat antusias membangun PLTN pertama di Indonesia, yang dimulai dari Kalbar," tegas Agus.



Sumber: Suara Pembaruan