APP Sinar Mas Gandeng Mitra Tanam 10.000 Bibit Pohon

APP Sinar Mas Gandeng Mitra Tanam 10.000 Bibit Pohon
Aksi tanam pohon, pulihkan hutan APP bersama sejumlah mitra. ( Foto: Istimewa / Ari Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Senin, 9 September 2019 | 14:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas kembali berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia, International Tropical Timber Organization (ITTO), dan Belantara Foundation, untuk menanam 10.000 bibit pohon di hutan yang terdegradasi. Penanaman dilakukan di area seluas 20 hektare (ha) di kawasan Giam Siak Kecil, Riau. Bibit pohon yang ditanam adalah bibit pohon lokal yakni jelutong dan berbagai pohon buah-buahan lokal.

Inisiatif penanaman pohon tahunan yang telah berjalan untuk keenam kalinya ini merupakan salah satu wujud komitmen APP Sinar Mas untuk mendukung perlindungan dan restorasi hutan di Indonesia. Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba mengatakan, restorasi dan konservasi hutan di Indonesia adalah bagian dari komitmen yang tertuang dalam kebijakan konservasi hutan APP.

"Dengan berkolaborasi bersama berbagai mitra, kita dapat berkontribusi secara nyata terhadap aksi iklim, salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh PBB," katanya di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Elim menambahkan, hal ini sejalan dengan rekomendasi ahli ekologi tanaman dari Yokohama National University di Jepang profesor Akira Miyawaki. Pada kunjungannya ke area konservasi perusahaan tahun 2014 lalu, Miyawaki merekomendasikan penanaman spesies tumbuhan endemik demi mempercepat pemulihan hutan yang rusak. Sejak itu, 42.000 pohon dari berbagai spesies lokal telah ditanam di 87 ha area konservasi.

Tahun ini, tambahnya, penanaman pohon dilakukan di area konservasi terdegradasi seluas 20 ha milik mitra pemasok APP Sinar Mas, PT Arara Abadi, yang berlokasi di Giam Siak Kecil. Penanaman spesies tanaman lokal akan membantu rehabilitasi kawasan tersebut, yang juga dikenal sebagai tempat tinggal harimau dan gajah Sumatera.

Masyarakat setempat juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, sekaligus membantu perusahaan untuk melindungi kawasan tersebut dari perambahan ilegal. Sementara di masa depan, lanjutnya, masyarakat juga akan mendapat manfaat dari hutan yang telah dipulihkan melalui produk-produk nonkayu seperti getah pohon dan buah.

Project Manager Division of Trade and Industry ITTO, Tetra Yanuariadi menghargai berbagai upaya dilakukan untuk pelestarian hutan. Ia mendukung program penanaman bibit pohon di hutan Riau yang telah terdegradasi tersebut, karena berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menjaga hutannya terbukti berbuah positif.

"Ada banyak program seperti ini. Kami dari ITTO juga mendukung program pelestarian hutan di Indonesia. Itu sangat positif," ucap Tetra.



Sumber: PR