Pencemaran Bengawan Solo Diduga dari "Pipa Siluman"

Pencemaran Bengawan Solo Diduga dari
Nelayan menjala ikan di Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Jetak, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. ( Foto: Antara/Aguk Sudarmojo )
Stefy Thenu / HA Jumat, 13 September 2019 | 19:35 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa terkait pencemaran di sungai Bengawan Solo. Untuk sementara ini, diduga pencemaran akibat "pipa siluman" yang tidak jelas siapa pelakunya.

Ganjar mengatakan bertemu dengan Khofifah di Jakarta untuk membahas pencemaran itu, karena pada lima tahun silam, saat pertama kali Khofifah mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim, dia mengajak dirinya untuk bersama-sama menangani persoalan di Bengawan Solo.

"Tidak hanya Blora, jadi pas takziah Pak Habibie ketemu Mbak Khofifah untuk bareng-bareng selesaikan. Tadi malam saya rapat persiapan kongres sampah juga bahas itu," kata Ganjar di kantornya, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (13/9/2019).

Menurut Ganjar, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah masih menyelidiki pencemaran di Bengawan Solo. Sementara diketahui ada beberapa "pipa siluman" yang mengeluarkan limbah dari pabrik. Pipa itu tembus di dasar sungai.

"Kemarin ada pipa siluman, masuknya ke bawah. Kita tidak pernah tahu, ternyata di bawah. Kita akan edukasi agar pabrik-pabrik membuat IPAL (instalasi pengolahan air limbah)," jelas Ganjar.

Ganjar mengatakan belum tahu persis tepatnya pipa-pipa siluman itu, tetapi ia meyakini tidak hanya satu titik.

"Belum tahu (lokasi tepatnya). Ada di beberapa tempat. Kalau nemu air ireng (hitam), abang (merah), tiba-tiba biru itu benar-benar tercemar," tegasnya.

Untuk diketahui, aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kecamatan Cepu, Blora, tercemar parah. Kondisi air berwarna hitam pekat, berbusa, bahkan mengeluarkan bau yang tidak sedap.



Sumber: Suara Pembaruan