Danone Olah Label Plastik Bekas Jadi Palet

Danone Olah Label Plastik Bekas Jadi Palet
Danone-AQUA yang telah  menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia, anak perusahaan dari Range International, untuk mengubah label plastik bekas berbahan Poly Propylene menjadi palet.  ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Minggu, 15 September 2019 | 19:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai solusi memecahkan permasalahan sampah plastik, banyak pihak mulai mencari cara untuk bisa melakukan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) demi menjaga lingkungan. Salah satunya adalah dengan mengolah label plastik menjadi palet.

Hal itu yang dilakukan Danone-AQua yang telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia, anak perusahaan dari Range International, untuk mengubah label plastik bekas berbahan Poly Propylene menjadi palet.

Danone-AQUA akan memasok label plastik bekas dari fasilitas pemilahan botol bekas di Pasuruan, yang dioperasikan oleh mitranya. Danone-AQUA diharapkan dapat memasok label plastik bekas ke Re>Pal yang kemudian akan digunakan hingga mencapai sebanyak maksimum 25 persen untuk palet yang mereka buat.

Presiden Direktur Danone-AQUA, Corine Tap, menjelaskan, masalah sampah plastik bukanlah sesuatu yang dapat diatasi sendiri, itulah sebabnya pihaknya mengembangkan kemitraan inovatif dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh rantai operasional, seperti bersama Re>Pal untuk membangun ekonomi sirkular kemasan sesuai dengan visi Danone.

"Dalam kolaborasi ini, kami akan mencari area lain di mana teknologi Re>Pal dapat membantu kami dalam mendaur ulang kemasan menjadi palet yang dapat kami gunakan pada seluruh unit bisnis kami," ungkap Corine dalam keterangan persnya, Minggu (15/9/2019).

Corine menambahkan, pihaknya telah menjadi pionir dalam mengimplentasikan model ekonomi sirkular selama bertahun-tahun dan kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Danone-AQUA melalui gerakan #BijakBerplastik untuk mengatasi tantangan sampah plastik di Indonesia dengan mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan pada 2025.

Danone-AQUA juga mempromosikan upaya kolaboratif untuk menemukan solusi yang inovatif terhadap masalah sampah plastik di Indonesia sehingga dapat mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi 70 persen sampah plastik di lautan pada tahun 2025.

"Selain itu, kami juga berkomitmen untuk menjadikan seluruh kemasannya 100 persen dapat digunakan kembali, dapat terurai atau dapat didaur ulang pada tahun 2025 melalui berbagai inisiatif pengumpulan, pendidikan, dan inovasi kerja sama dengan berbagai mitra," tandas Corine.

Chief Executive Officer Re>Pal, Stephen Bowhill, menjelaskan, kerja sama yang terjalin antara Danone-Aqua dan Re>Pal adalah sesuatu yang luar biasa. Model ini adalah sesuatu yang pihaknya ingin kembangkan dengan perusahaan multinasional lainnya karena saat ini banyak perusahaan yang kesulitan untuk mendaur ulang sampahnya, dimana mereka juga menggunakan palet produksinya.

"Kami juga berharap agar dapat bekerja sama dengan Danone-AQUA untuk mengembangkan jenis atau produk baru berbahan dasar sampah plastik," jelas Stephen.



Sumber: Investor Daily