47 Rumah Aman Kemsos Siap Layani Korban Asap

47 Rumah Aman Kemsos Siap Layani Korban Asap
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemsos Harry Hikmat mengunjungi safe house korban asap. ( Foto: istimewa / istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / IDS Rabu, 18 September 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemsos) menyiapkan 47 unit rumah aman (safe house) bagi korban asap di provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Layanan sosial untuk korban bencana nonalam ini diharapkan membantu korban asap bisa menghirup udara bebas asap dengan bantuan air purifier atau pembersih udara di dalam ruangan.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemsos) Harry Hikmat mengatakan, rumah aman merupakan bentuk layanan sosial dari Kemsos bagi korban asap di wilayah terdampak karhutla.

"Kita beri ruangan yang tertutup dan nyaman dengan penyaring udara, oksigen, dan tempat perawatan jika diperlukan yang bersifat transit," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/9).

Hingga Selasa (17/9) lanjutnya, rumah aman yang dibentuk di Riau sudah melayani 58 korban asap rawat jalan dan dua keluarga di Panti Sosial Bina Remaja Anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Sedangkan data layanan rumah aman yang ada di Jambi, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Barat (Kalbar) hingga Rabu pagi masih dihimpun.

Menurut informasi kata Harry, di Kalteng terdapat 2.000 orang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ia menambahkan, di rumah aman ada korban yang datang untuk sekadar menghirup udara segar dengan oksigen dan penyaring udara yang disiapkan selama 1-2 jam. Setelah itu, ia kembali lagi ke tempat tinggalnya atau beraktivitas.

Di dalam rumah aman lanjutnya, layanan sosial yang diberikan tidak hanya untuk memberikan kenyamanan bernapas, tetapi juga ada ruang bermain untuk anak, bimbingan belajar, konseling, dan layanan dukungan psikososial untuk menghilangkan trauma sebagai korban asap.

"Ada masyarakat yang trauma rumahnya dikepung asap, lalu dievakuasi oleh taruna siaga bencana kami dan dibawa ke safe house," ucapnya.

Harry pun mendorong agar kantor-kantor baik pemerintah maupun swasta, perbankan dan tempat ibadah yang punya ruangan tertutup untuk dijadikan rumah aman. Dengan begitu, tempat itu bisa dipakai oleh pegawainya bahkan jika perlu juga bisa menolong masyarakat lain yang terdampak asap.

“Untuk oksigen bisa dibantu oleh dinas kesehatan setempat. Tinggal menyiapkan penyaring udara saja,” katanya.

Harry menambahkan, layanan rumah aman ini ada setiap tahunnya, karena selama ini karhutla masih terjadi dan berulang setiap tahunnya. Saat ini Kemsos memiliki 47 unit rumah aman di 16 provinsi yang bisa menampung sekitar 5.000 orang per hari.

Layanan rumah aman ini akan disesuaikan dengan dampak kabut asap karhutla di masing-masing daerah terdampak.

Sebelumnya, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, Kemsos telah menyiapkan dan melakukan sejumlah langkah penanganan dan pengendalian terhadap dampak kahutla yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dalam keterangan tertulis Kemsos disebutkan langkah itu antara lain melakukan konsolidasi internal dengan jajaran Kemsos dari pusat hingga ke daerah, dinas sosial pada wilayah terdampak karhutla, serta konsolidasi eksternal dengan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah konsolidasi ini meliputi penyiapan rumah aman, penyaluran logistik, serta pengerahan taruna siaga bencana (Tagana), tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, dan berbagai potensi sumber kesejahteraan sosial di daerah.

"Untuk safe house, Kemsos bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan dinas provinsi, kabupaten, kota," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan