Ini Aplikasi Canggih Buatan ITB untuk Atasi Karhutla
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Aplikasi Canggih Buatan ITB untuk Atasi Karhutla

Kamis, 19 September 2019 | 16:57 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Palangkaraya, Beritasatu.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menawarkan aplikasi canggih berbasis web untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Ketua Peneliti ITB, Armi Susandi telah memaparkan aplikasi canggih bernama FORMS (Forest Fire Management System) itu di depan para peneliti dunia dari berbagai institusi bergengsi, seperti King’s College London, ITB, UK Research and Innovation Science and Technology Facilities Council (UKRI STFC), dan BMKG.

Armi yang diundang khusus oleh Puji Lestari dari ITB memaparkan FORMS dalam acara “International Training and Workshop on Identifying and Monitoring the Environmental Impact of Forest and Peatland Fires” yang berlangsung di Palangkaraya pada 18-20 September 2019.

Aplikasi FORMS diinisiasi oleh Armi, alumnus Max Planck Jerman, setelah mendapatkan permintaan langsung dari Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo. “BNPB ingin agar kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia bisa cepat teratasi dan tidak berulang di tahun berikutnya. Hal tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo,” ujar Armi dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Dijelaskan, aplikasi FORMS tersebut berisi fitur-fitur prediksi potensi sebaran api dan sebaran asap yang dapat dilihat dengan tepat lokasinya hingga tiga hari ke depan. Dengan demikian, temuan itu dapat dimanfaatkan dalam menyusun strategi pemadaman karhutla serta dapat juga menjadi petunjuk penting bagi aparat di lapangan dalam memadamkan kebakaran.

Berdasarkan data ESRI, sejak awal tahun ini sudah lebih dari 302.000 titik api (hotspot) yang terpantau setidaknya di empat provinsi, yaitu Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Papua. Empat provinsi tersebut yang paling besar jumlah kejadian karhutla.

Karhutlan paling banyak terjadi di wilayah konsesi hutan, yaitu sebesar 32% dan didominasi di wilayah gambut. Sementara, kejadian karhutla di perkebunan yang telah tersertifikasi (RSPO dan IPSP) cenderung minim terjadi.

Sebelumnya, Kepala BNP Doni Monardo mengatakan, 99% penyebab karhutla adalah ulah manusia. Saat ini wilayah Indonesia mengalami El Nino moderat atau terjadi kekeringan dan hujan sangat rendah.

Menanggapi itu, Armi mengatakan, kondisi kekeringan tersebut masih akan berlangsung hingga April 2020. Ahli kebencanaan dari Padang, Sumatera Barat itu berharap agar angin monsun timur laut yang membawa uap air dan awan basah serta menimbulkan hujan akan mengimbangi kejadian El Nino tersebut.

Armi memprediksi awal musim hujan akan tertunda hingga satu atau dua bulan mendatang. Itu terlihat dari arah angin yang masuk ke wilayah Indonesia, yang masih didominasi dari arah selatan.

“Aplikasi FORMS juga akan dikembangkan dengan beberapa fitur utama lainnya, seperti telemetri dari instrumen di lapangan untuk memantau tinggi muka air di area gambut, early warning potensi kebakaran hutan, data pendukung cuaca untuk operasi hujan buatan, serta analisis dampak (impact base) dari kebakaran hutan tersebut untuk penentuan besarnya bantuan yang akan diberikan secara tepat,” ujar Armi.

Dia berharap agar aplikasi FORMS bisa diluncurkan secara resmi lengkap dengan fitur-fiturnya dalam beberapa bulan ke depan. Dikatakan, sistem ini akan didukung oleh data dan informasi yang penting dari berbagai sumber, khususnya dari kementerian dan lembaga terkait.

Penggunaan FORMS, kata ilmuwan yang baru menyelesaikan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXII Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) itu, akan memberikan harapan besar bagi pengurangan karhutla di Tanah Air. “Melalui platform ini, karhutla bisa diantisipasi lebih awal melalui prediksi dari potensi hotspot yang ada. Tentunya, aspek penting lainnya, seperti perbaikan budaya berkebun dan penegakan hukum, perlu dilakukan dalam mengatasi bencana asap tersebut,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Imam Nahrawi: Saya Tak Seperti Tuduhan KPK

Imam mengatakan, dirinya akan mengikuti semua proses hukum dengan baik.

NASIONAL | 19 September 2019

Kemhub Minta Maskapai Siapkan Prosedur Mitigasi Pelayanan

Surat edaran menginstruksikan agar maskapai menyusun dan melaksanakan prosedur rencana kontigensi penerbangan.

NASIONAL | 19 September 2019

Kabut Asap, Penderita ISPA di Batam Naik 100 Persen

Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut di Kota Batam meningkat 100 persen pada September 2019, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

NASIONAL | 19 September 2019

Kasus Pemalsuan Dokumen Rektor Unsrat Temui Titik Terang

Surat keputusan yang diduga palsu alias fiktif itu telah digunakan secara tidak sah oleh Panitia Pemilihan Rektor dan Senat Guru Besar Usrat.

NASIONAL | 19 September 2019

Imam Nahrawi: Saya Tidak Seperti yang Dituduhkan

Imam Nahrawi siap menjalani semua proses hukum.

NASIONAL | 19 September 2019

Peran Wanita di Industri Maritim Kian Besar

Teknologi yang kian maju di bidang maritim membuat hambatan di masa lalu makin mudah dikerjakan, termasuk oleh wanita.

NASIONAL | 19 September 2019

BMKG: Gempa Susulan di Tuban Bermagnitudo 6

BMKG menyatakan bahwa gempa susulan yang mengguncang Kabupaten Tuban tercatat mencapai 6,0 magnitudo.

NASIONAL | 19 September 2019

Ratusan Ribu Dukung Petisi Jokowi Tak Setuju RUU KUHP

Dalam hitungan jam, jumlah dukungan untuk petisi “Presiden Jokowi, Jangan Setujui RKUHP di Sidang Paripurna DPR” itu naik pesat hingga terkumpul 270.000 lebih.

NASIONAL | 19 September 2019

UU KPK Baru Berpotensi Munculkan Matahari Kembar

Komisioner KPK bertugas hanya untuk pencegahan saja.

NASIONAL | 19 September 2019

Kemdikbud Targetkan Digitalisasi Sekolah Tuntas 2024

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pada 2024 program digitalisasi diterapkan di semua sekolah.

NASIONAL | 19 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS