Pemda Harus Terlibat dalam Penegakan Hukum Karhutla

Pemda Harus Terlibat dalam Penegakan Hukum Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Antara)
Ari Supriyanti Rikin / IDS Selasa, 24 September 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah daerah (pemda) didorong untuk terlibat dalam pengawasan dan pemberian sanksi administrasi, perdata maupun pidana bagi korporasi atau perorangan yang terbukti bersalah dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelibatan pemda ini diyakini akan menjadi terapi kejut bagi pelaku karhutla. Sinergi penegakan hukum dengan keterlibatan pemda ini akan memaksimalkan upaya penegakan hukum yang saat ini baru masif dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan pihak kepolisian atau Polri.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, penegakan hukum akan efektif jika semua yang punya kewenangan menggunakan kewenangannya itu.

"Kami mendorong pemda untuk itu, karena sebagian besar izin lingkungan, izin kebun ada di pemda," katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 Tanggap Bencana Karhutla di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Rasio meyakini, jika daerah menggunakan kewenangannya untuk menggugat maka akan memaksimalkan efek jera. Baginya, karhutla merupakan ancaman serius sehingga perlu langkah tegas menindak pelakunya. Apalagi 99% karhutla disebabkan oleh faktor dan ulah manusia.

Sejak 2015, saat karhutla hebat terjadi, KLHK terus menjatuhkan sanksi kepada pelaku dan korporasi yang terbukti lalai dan terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan. Bahkan kata Rasio, gugatan perdata lingkungan ini nilainya sangat besar mencapai triliunan rupiah.

Saat ini, pemerintah Kalimantan Barat, Riau dan Jambi juga berjanji terlibat dalam penguatan dan perluasan skala penindakan dan pemberian sanksi karhutla ini.

"Bila perlu cabut izin perusahaan yang melanggar aturan dan terbukti bersalah. Penegakan hukum kita tingkatkan untuk meningkatkan kepatuhan," imbuhnya.

Harapannya dengan penegakan hukum secara terus menerus, tidak kendur, tegas akan memberi efek jera, dan karhutla tidak berulang.



Sumber: Suara Pembaruan