Adi Santosa Lari dari Jakarta ke Bandung demi Lingkungan

Adi Santosa Lari dari Jakarta ke Bandung demi Lingkungan
Pelari ultra marathon sekaligus pegiat lingkungan Adi Santosa (51), telah menyelesaikan lari 200 kilometer (km) Jakarta-Bandung dengan membawa pesan kampanye mengurangi penggunaan plastik dan gaya hidup ramah lingkungan, Minggu (13/10/2019) pagi. ( Foto: Ist )
Carlos Roy Fajarta / FMB Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelari ultramaraton sekaligus pegiat lingkungan Adi Santosa (51), telah menyelesaikan lari 200 kilometer (km) Jakarta-Bandung melalui jalur Puncak Bogor dengan finish di Kampus Insitut Teknologi Bandung pada Minggu (13/10/2019) pukul 08.00 WIB.

Adi yang masuk dalam kategori 200K Individu, berlari dari Stasiun Jakarta BNI City sejak Jumat (11/10/2019) dengan membawa pesan #RunForNoPlasticPollution mendukung kolaborasi aksi teladan Ecoranger untuk destinasi wisata agar terbebas dari polusi sampah plastik.

Adi sehari-hari adalah profesional di BUMD DKI Jakarta sebagai Project Manager di Jakpro Strategic Business Unit ITF (Intermediate Treatment Facility). ITF Sunter adalah pengelola sampah antara skala kota yang sedang dan siap dibangun untuk mengatasi problem darurat sampah di Jakarta Utara yang ditargetkan rampung pada 2022.

"Anak-anak sekolah pelangi dan masyarakat Indonesia mari kita budayakan gaya hidup ramah lingkungan dengan menghindari penggunaan lingkungan sekali pakai. Serta biasakan pemilahan sampah agar penanganannya lebih mudah," ujar Adi Santosa usai menyelesaikan lari 200 kilometernya di Kampus ITB, Minggu (13/10/2019) pagi.

Pilihannya berlari dengan misi kampanye kurangi polusi sampah plastik untuk mendukung inisiatif-inisiatif berkelanjutan dari akar rumput yang dilakukan oleh para relawan yang turun tangan mengatasi polusi sampah.

"Sepanjang perjalanan berlari saya banyak mendapati sampah-sampah tercecer dengan jumlah berbeda. Diperlukan edukasi terhadap masyarakat pengguna fasilitas publik masih perlu ditajamkan dengan ekosistem penanganan sampah yang sungguh-sungguh," tutur Adi Santosa.

Sebagai praktisi yang bergelut dengan dunia penanganan sampah, Adi menyadari bahwa membangun kebiasaan dan budaya untuk hidup ramah lingkungan bukan hal yang mudah.

"Mari kita semua siapapun kita sama-sama mengambil peran untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," tuturnya. 

 



Sumber: Suara Pembaruan