Dukung Penjualan Sampah, Kepul.id Jadi Pemenang Youth Co:Lab 2019

Dukung Penjualan Sampah, Kepul.id Jadi Pemenang Youth Co:Lab 2019
CEO Kepul.id Abdul Latif Wahid Nasution menjadi juara pertama Youth Co:Lab 2019) (tengah), CEO Tinung Rambu Stephanie Saing(kanan) menjadi juara kedua Youth Co:Lab 2019 dan CEO Suri The Goods Laressa Amaly menjadi juara ketiga Youth Co:Lab 2019 berpose bersama di Jakarta, Kamis (31/10/2019). ( Foto: Citibank Indonesia / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 1 November 2019 | 20:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Aplikasi kepul.id manjadi pemenang utama dalam puncak acara Youth Co:Lab ke-2 yang digelar di Jakarta. Aplikasi daring ini memungkinkan penggunanya menjual sampah dengan mudah.

Dalam siaran pers yang diterima SP, Jumat (1/11), CEO Kepul.id, Abdul Latif Nasution berasal dari Sumatra Utara, dan beliau terpilih dari hampir 100 peserta yang mendaftar.

Pemenang kedua Youth Co: Lab adalah Stephanie Saing, CEO Tinung Rambu, satu usaha budidaya tenun ikat yang memberdayakan perempuan di propinsi NTT. Pemenang ketiga berasal dari Sumatera Barat: Laressa Amaly CEO dari Suri The Goods, sebuah usaha yang digerakan khusus perempuan untuk produk perawatan kulit.

Para pemenang tersebut terpilih dari 15 finalis wirausaha sosial dari Youth Co:Lab yang kedua dengan mempresentasikan ide-ide wirausaha sosial yang dimilikinya di hadapan para juri, investor serta publik, pada Demo Day.

Panel juri yang terlibat adalah Ananta Wisesa, Head of External Communications Citibank Indonesia, Jim Oklohoma dari iGrow, Imam Gunawan, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Jemi Ngadiono dari 1000 Guru.

"Para pemenang Youth Co:Lab kedua mewakili pemikiran kreatif terbaik dengan potensi tertinggi untuk hasil yang berdampak. Saya senang telah melihat tingkat antusiasme dan pendekatan out-of-the-box di antara para finalis; Hal ini merupakan indikasi lebih lanjut bahwa pemuda Indonesia masa kini memiliki rasa cinta dan dedikasi tinggi untuk perubahan sosial,” ujar Muhammad Didi Hardiana, Team Leader Innovative Financing Lab UNDP Indonesia.

Diinisiasi bersama oleh UNDP dan Citi Foundation (Citibank) sejak 2017, Youth Co:Lab bertujuan untuk membangun agenda bersama bagi negara-negara Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk berinvestasi dan memberdayakan kaum muda guna mempercepat implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / Sustainable Development Goals (SDGs) melalui jiwa kepemimpinan, inovasi sosial dan kewirausahaan.

“Youth Co: Lab merupakan sebuah katalis untuk pengembangan ide-ide inovatif dalam mengatasi masalah sosial. Hal Ini sejalan dengan misi kami guna memungkinkan pertumbuhan dan kemajuan ekonomi, tidak hanya bagi para klien kami, tetapi juga untuk komunitas dimana kami beroperasi,” ujar Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki.

Elvera mengatakan program ini menyatukan pemerintah, sektor swasta, inkubator dan pihak-pihak terkait lainnya dari ekosistem kewirausahaan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi perusahaan sosial yang dipimpin oleh generasi muda guna menghasilkan dampak berkelanjutan di komunitas mereka, dalam rangka mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / Sustainable Development Goals.

“Berbicara mengenai Impact dan Sustainability adalah berbicara mengenai masa depan. Pemilik masa depan sesungguhnya adalah para generasi muda, youth millenial generation. Youth Co:Lab adalah wadah bagi generasi muda melalui gerakan kewirausahaan untuk menentukan seperti apa masa depan yang mereka inginkan," kata Deputi Akses Permodalan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Fadjar Hutomo.

 



Sumber: Suara Pembaruan