Perkuat Akurasi Prediksi Iklim, BMKG Luncurkan Ekspedisi Indonesia Prima
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perkuat Akurasi Prediksi Iklim, BMKG Luncurkan Ekspedisi Indonesia Prima

Selasa, 12 November 2019 | 11:00 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali melepas tim ekspedisi Indonesia Program Initiative on Maritime Observation and Analysis (Indonesia Prima) ke Samudera Hindia. Ekspedisi selama 29 hari ini akan mengumpulkan data karakteristik laut dan samudera yang kerap terjadi anomali untuk memperkuat analisis dan prediksi iklim dan cuaca.

Ekspedisi Indonesia Prima ini sebelumnya sudah dilakukan sejak tahun 2015 dengan berbagai misi. Untuk tahun 2019, ekspedisi dilakukan pada 12 November-10 Desember 2019 untuk meningkatkan akurasi pemodelan prakiraan cuaca dan iklim dengan mengumpulkan data lebih mendalam dari laut dan samudera. Kondisi perairan di Samudera Hindia akan digali agar berbagai fenomena bisa diketahui secara cermat lebih awal.

Survei kelautan dan ekspedisi dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya I ini juga melibatkan peneliti dari berbagai instansi seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, iklim di Indonesia dipengaruhi oleh Samudera Hindia dan Pasifik. Oleh karena itulah penting bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan negara lain dengan cara melakukan observasi bersama.

"Indonesia Prima ini punya misi untuk melengkapi data kondisi samudera, iklim dan atmosfer di Samudera Hindia bagian timur," katanya dalam pelepasan tim Indonesia Prima di Jakarta, Senin (11/11).

Dinamika atmosfer dan laut sangat menentukan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Indonesia. Peningkatan suhu permukaan laut di wilayah timur Samudera Hindia akan menyebabkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Indonesia Prima ini sudah berjalan selama lima tahun. Selain melakukan pemeliharaan atau perawatan buoy di lautan lepas, ekspedisi yang sudah menghasilkan beragam publikasi ilmiah ini akan terus mengumpulkan data yang bisa mendukung keakuratan data prediksi iklim dan cuaca.

"Dengan terlibat memelihara buoy di sana kita dapat akses data dari Samudera Pasifik dan bagian lain di Samudera Hindia," ucapnya.

Pelayaran ini juga bisa dijadikan cara untuk validasi pemodelan prakiraan cuaca, musim dan proyeksi iklim yang sudah ada saat ini. "Ada multibenefit, tidak sebatas memelihara buoy," ujarnya.

Menurutnya, Samudera Hindia dekat Indonesia menyimpan banyak misteri yang perlu dikuak dari ekspedisi ini.
Dwikorita mengungkapkan, musim kemarau di tahun 2019 beberapa waktu lalu mundur 10-30 hari, sehingga teknologi modifikasi cuaca pun sulit dilakukan karena tidak ada potensi awan hujan. Rupanya hal ini bukan dipengaruhi oleh El Nino yang berkategori lemah tetapi justru diakibatkan suhu muka laut di Samudera Hindia sebelah timur yang lebih dingin dari suhu normalnya.

Di tahun 2020 pun, BMKG sudah membuat prakiraan iklim. Tahun depan tidak ada gangguan iklim berupa El Nino (kondisi minim hujan) atau La Nina (kondisi banyak hujan/basah).

"Kalau pun ada sangat lemah. Prediksi kita serupa dengan prediksi yang dilakukan NOAA, NASA dan JAMSTEC," ungkapnya.
Namun sekali lagi lanjutnya, cuaca dan iklim terkadang bisa saja berubah. Itulah gunanya monitoring dan observasi seperti yang dilakukan lewat Indonesia Prima.

Tim ekspedisi Indonesia Prima terdiri dari dua pakar kelautan NOAA, 12 peneliti BMKG, tiga perwakilan akademisi, dan empat peneliti BPPT.

Mitigasi
Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Yudi Anantasena mengatakan, dengan pemeliharaan dan pemasangan buoy diharapkan pihaknya memiliki data kontinu beberapa tahun ke belakang untuk dianalisa dalam pemodelan iklim dan cuaca.

"Apa yang kita lakukan tahun ini semoga bermanfaat untuk data pendukung pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca," ucapnya.

Teknologi modifikasi cuaca ini sangat penting untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Data yang lebih akurat akan bisa memaksimalkan mitigasi, sehingga pelaksanaan hujan buatan bisa dilakukan untuk mengurangi dampak ketika kebakaran hutann dan lahan terjadi.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Syafri Burhanuddin menilai, kegiatan kemaritiman observasi laut ini akan menghimpun dan menyelesaikan national ocean data center.

"Indonesia Prima diharapkan menghasilkan data maksimal dengan dukungan NOAA, sehingga kita tahu perkembangan cuaca dan iklim yang berbeda dengan 20-30 tahun," kata Syafri.

Ia mencontohkan jika sudah memasuki bulan berakhiran “ber”, seperti September, November biasanya sudah masuk musim hujan. Namun terkadang sekarang tidak lagi bisa dengan pendekatan itu. Data pemantauan setiap tahun harus dianalisa sehingga bisa diketahui polanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satgas Nemangkawi Akan Lakukan Penegakan Hukum terhadap KKB di Kiwirok

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan personel Satgas Nemangkawi yang ditugaskan ke Kiwirok akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB

NASIONAL | 25 September 2021

Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) prihatin terhadap ditetapkannya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

NASIONAL | 25 September 2021

Bupati Pegunungan Bintang Dampingi Nakes Gerald Sokoy ke Sentani

Bupati Pegunungan Bintang (Pegbin) Spei Yan Bidana, mendampingi tenaga kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kiwirok ke Sentani

NASIONAL | 25 September 2021

Sepekan, Gunung Merapi Luncurkan 141 Guguran Lava

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

NASIONAL | 25 September 2021

Jokowi Unggah Video Kisah Mantan Sopirnya Suliadi di Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan video mengenai kisah mantan sopirnya di Solo, Jawa Tengah, Suliadi

NASIONAL | 25 September 2021

Mahfud MD Perintahkan Aparat Tingkatkan Pengamanan di Rumah Ibadah

Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan di rumah ibadah.

NASIONAL | 25 September 2021

2 Perguruan Tinggi Indonesia Masuk Daftar Program Studi MBA Terbaik Dunia

Program Magister Manajemen-Binus Business School menempati klaster peringkat 201-250 bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

NASIONAL | 25 September 2021

Ini Rekomendasi Satgas Covid-19 Saat Menonton Langsung PON XX Papua

Pemerintah berupaya memitigiasi risiko penularan Covid-19 dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

NASIONAL | 25 September 2021

Jelang PON, BNPB Kirimkan 350.000 Masker ke Kabupaten Mimika

BNPB akan mengirimkan 350.000 masker pada tempat-tempat penyelenggaraan PON XX di wilayah Kabupaten Mimika.

NASIONAL | 25 September 2021

Polri: Ada 6 Calon Tersangka Dugaan Penganiayaan M Kace, Salah Satunya Napoleon

Ada enam calon tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kace atau Muhammad Kece, salah satunya Irjen Pol Napoleon Bonapart

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

HIBURAN | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings