Masuki Musim Hujan, Waspadai Potensi Banjir

Masuki Musim Hujan, Waspadai Potensi Banjir
Ilustrasi hujan. ( Foto: Antara / Nova Wahyudi )
Ari Supriyanti Rikin / FMB Sabtu, 7 Desember 2019 | 11:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Adi Ripaldi mengatakan, saat ini sebagian besar Pulau Jawa sudah mulai masuk musim hujan.

Untuk prediksi curah hujan bulan Desember di Jawa, khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), diprediksi akan berada pada kategori menengah hingga tinggi (200-300 mm/bulan). Sumatera juga demikian diprediksi curah hujan cukup tinggi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung dan Lampung. Kemudian untuk Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi masih pada kategori menengah (100-200 mm/bulan).

"Menginjak bulan Januari hingga Maret diprakiraan hujan akan lebih intens karena diprediksi lebih dari 90 persen wilayah sedang mengalami musim hujan, sehingga diprakirakan hujan kategori tinngi cukup merata pada periode tersebut," katanya di Jakarta, Sabtu (7/12).

Adi menambahkan, pada periode musim hujan tahun ini secara umum sifat hujan akan berada pada kisaran normal untuk wilayah Jabodetabek. Namun demikian perlu diwaspadai hujan-hujan harian yang akan terjadi pada periode musim hujan, karena pada periode musim hujan bisa saja terjadi hujan lebat bahkan ekstrem disertai angin kencang, puting beliung meskipun durasinya singkat.

"Kondisi ini akan berdampak buruk bagi wilayah-wilayah yang rawan bencana. Jadi, meskipun kategorinya normal namun demikian tetap harus waspada pada hujan skala hariannya," ucapnya.

Selain itu kata dia, banjir memang lebih berpotensi terjadi pada setiap periode musim hujan apalagi di wilayah DKI Jakarta. Banjir DKI tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan di DKI saja, tapi pengaruh dari hujan-hujan dari wilayah sekitar DKI Jakarta, seperti Bogor, Depok dan sekitarnya.

"Selain faktor hujan, infrastruktur wilayah, topografi , drainase juga sangat mempengaruhi suatu wilayah untuk berpotensi banjir atau tidaknya," imbuhnya.

Banjir juga bisa terjadi karena kiriman dari hulu atau karena luapan air sungai. Dari sisi curah hujan tentu yang perlu diwaspadai adalah curah hujan harian atau jam- jaman dengan intensitias tinggi/lebat yang bisa saja terjadi pada periode musim hujan ini.

Kewasapadaan banjir DKI Jakarta tidak hanya fokus di bulan puncak musim hujan (Februari-Maret) namun harus diwaspadai sejak peralihan musim kemarau ke hujan dan sepanjang periode musim hujannya yakni sepanjang Desember 2019 hingga Mei 2020 nanti karena hujan-hujan lebat bisa saja terjadi.

BMKG memprediksi puncak hujan untuk DKI Jakarta pada Februari dan Maret. Namun demikian kewaspadaan menghadapi ancaman banjir ini, perlu disiapkan sejak dini sepanjang musim hujan.

Langkah-langkah antisipasi menghadapai periode musim hujan ini, perhatikan drainase lingkungan sekitar, kondisi daerah aliran sungai (DAS) dibersihkan, DAS disehatkan dari segi aliran dan lingkunganya. Selai itu kebersihan lingkungan, dahan pohon-pohon tua/mati di sekitar lingkungan perlu diperhatikan karena pada periode musim hujan sering terjadi hujan lebat,angin kencang atau puting beliung di mana suatu saat bisa merobohkan pohon-pohon tersebut.

Pengguna jalan juga perlu berhati-hati saat hujan terjadi karena terkadang mengganggu jarak pandang, banyak genangan dan jalan licin. 



Sumber: Suara Pembaruan